Kasus Demo Pati Hanya Puncak Gunung Es, Dampak Utang yang Dibuat Oleh Jokowi-Srimulyani

- Kontributor

Jumat, 15 Agustus 2025 - 10:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Oleh : Muhammad Said Didu

JAKARTA (Langkatoday) – Kenaikan PBB dan berbagai jenis pajak serta harga-harga adalah muara dari utang ugal-ugalan yang dibuat oleh Rezim Joko widodo yg dirancang oleh Menkeu Sri Mulyani selama 10 tahun.

Dari olahan data Bright Institut, dapat diuraikan sebagai berikut :

Tahun 2014, utang pemerintah sktr Rp 2.600 trilyun, akhir pemerintahan Jokowi naik menjadi sktr Rp 9.000 trilyun. Jika ditambahkan dg kewajiban blm dibayar, utang ke BUMN, dan yg tertunda, maka beban negara (utang publik) menjadi sktr Rp 14.000 trilyun. Jika ditambahkan dg utang BUMN sktr Rp 8.000 trilyun, maka total kewajiban pemerintah yg diwariskan oleh rezim Jokowi sktr Rp 22.000 trilyun !!! 

Baca Juga:  Jejak Minyak, Kekuasaan, dan Kesultanan: Menelusuri Aliansi Aeilko Jans Zijker dan Langkat

Mendekati 100 % dari PDB 

Akibat tingginya utang tersebut, maka beban pembayaran utang makin meningkat. Tahun 2025 beban pembayaran pokok dan bunga utang pemerintah (hanya yg tercantum dlm APBN) diperkirakan sktr Rp 1.352 trilyun.

Saat awal rezim Jokowi (2014) pembayaran utang baru sekitar Rp 300 trilyun. Ada tambahan beban sktr Rp 1.000 trilyun !!!

Akibat kenaikan beban pembayaran utang tersebut, maka dana transfer ke daerah berkurang, akibatnya daerah kekurangan dana sehingga mereka mencari pemasukan dg memeras rakyat lewat kenaikan PBB dan lain- lain.

Baca Juga:  Kriminalisasi MR Nyata Adanya?

Untuk membayar utang yang dibuat oleh duet maut Mulyono-Mulyani tersebut, maka Rezim Prabowo menaikkan pajak dan berbagai kebijakan yang memeras rakyat.

Sri Mulyani atas kebijakan Jokowi selama 10 tahun menambah utang ugal-ugalan dan saat ini membuat kebijakan di bawah rezim Prabowo memeras rakyat untuk menutupi kesalahan rezim Jokowidodo.

Jadi, hulu persoalan ekonomi dan fiskal saat ini adalah utang ugal-ugalan yang dibuat oleh Rezim Joko widodo yang dilaksanakan oleh duel maut Mulyono-Mulyani.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun
“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat
Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah
Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
Alun-Alun Stabat yang Berubah Jadi Kolam, Cermin Buram Tata Kota Langkat
Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan
Dulu Dicopot Karena Tahanan Kabur, Kini Kapolres Langkat Dituding Tutup Mata atas Skandal Besar!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:45 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun

Kamis, 9 April 2026 - 09:28 WIB

“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:33 WIB

Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

Sabtu, 22 November 2025 - 17:28 WIB

Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU

Berita Terbaru