Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Baru di Tengah Perang, AS Beri Reaksi Keras

- Kontributor

Senin, 9 Maret 2026 - 23:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Republik Islam Iran resmi memasuki babak baru kepemimpinan di tengah situasi perang yang kian membara.

Majelis Ahli Iran mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei (56) sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) baru, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara baru-baru ini.

Penunjukan putra mendiang Khamenei ini menjadi sinyal kuat bahwa faksi garis keras dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap memegang kendali penuh atas arah kebijakan Iran di tengah konfrontasi terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel.

Mandat “Dibenci Musuh”

Anggota Majelis Ahli, Ayatollah Mohsen Heidari Alekasir, menyatakan bahwa pemilihan Mojtaba didasarkan pada wasiat dan panduan mendiang Ali Khamenei. Kriteria utamanya adalah sosok yang tidak akan disenangi oleh musuh-musuh Iran.

“Kandidat dipilih berdasarkan arahan bahwa pemimpin tertinggi Iran seharusnya ‘dibenci oleh musuh’. Bahkan ‘Setan Besar’ [Amerika Serikat] pun telah menyebut namanya sebagai pilihan yang tidak dapat diterima,” ujar Heidari Alekasir dalam pernyataan resminya, Ahad (8/3).

Baca Juga:  Ingat! Ini Syarat Baru Perpanjangan SIM yang Wajib Dipenuhi Mulai 2025

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya secara terbuka menolak kemungkinan Mojtaba naik takhta.

Sosok “Penjaga Gerbang” yang Berpengaruh

Meski selama ini dikenal sebagai tokoh di balik layar tanpa jabatan resmi di pemerintahan, Mojtaba memiliki pengaruh yang sangat luas. Ia dikenal sebagai:

  • Penghubung Keamanan: Memiliki kedekatan luar biasa dengan jajaran petinggi IRGC dan milisi Basij.
  • Penentang Reformasi: Konsisten menolak jalur diplomasi dengan Barat, terutama terkait pembatasan program nuklir.
  • Sayyed: Mengenakan sorban hitam yang menandakan garis keturunan Nabi Muhammad, memberikan legitimasi religius tradisional di kalangan pendukungnya.

Tantangan Domestik dan Isu Dinasti

Penunjukan Mojtaba bukannya tanpa kontroversi. Gelar keagamaannya, Hojjatoleslam, berada satu tingkat di bawah Ayatollah, yang secara tradisional menjadi syarat untuk menduduki posisi pemimpin tertinggi.

Baca Juga:  360 Ribu Wisatawan Serbu Sumut Saat Lebaran 2026, Samosir Jadi Primadona

Selain itu, muncul kritik mengenai potensi “politik dinasti” di Iran. Banyak pihak mengingatkan bahwa revolusi 1979 dilakukan justru untuk menggulingkan sistem monarki. Namun, tewasnya kandidat potensial lain seperti Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter tahun 2024 lalu seolah memuluskan jalan Mojtaba menuju puncak kekuasaan.

Situasi Personal di Tengah Konflik

Transisi kekuasaan ini terjadi di saat Mojtaba juga tengah berduka secara personal. Istrinya, yang merupakan putri dari mantan ketua parlemen Gholamali Haddadadel, dilaporkan turut tewas dalam serangan udara pada Sabtu lalu.

Dengan naik takhtanya Mojtaba, dunia kini memantau ketat bagaimana Teheran akan merespons serangan-serangan udara AS dan Israel, serta apakah program nuklir Iran akan dipacu lebih agresif di bawah kepemimpinannya yang dikenal radikal.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Kamis, 3 September 2026 - 10:56 WIB

Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa

Berita Terbaru