Harga Emas Makin Hancur Lebur

- Kontributor

Jumat, 2 Mei 2025 - 11:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday)Harga emas hancur lebur dengan penurunan selama tiga hari beruntun. Meredanya ketengangan perang dagang hingga hari libur di China mendorong transaksi emas semakin redup.

Pada perdagangan kemarin, Kamis (01/5), harga emas dunia di pasar spot anjlok 1,44% di level US$3.240,29 per troy ons. Penurunan tersebut merupakan pelemahan selama tiga hari beruntun. Dalam tiga hari tersebut emas sudah jatuh 3,02%.

Harga penutupan kemarin juga menjadi yang terendah sejak 15 April 2025 atau setengah bulan lebih. Harga emas bahkan kerap tersungkur dalam 10 hari terakhir. Dalam delapan hari perdagangan terakhir, harga emas hanya mampu menguat dua kali selebihnya hancur lebur.

Harga emas dengan cepat turun dari level tertingginya pada 21 April 2025 di US$ 3.424.30 per troy ons balik ke level US$ 3.200 seperti hari ini.

Pada perdagangan hari ini Jumat (02/5) hingga pukul 06.27 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 0,1% di posisi US$3.237,22 per troy ons.

Emas turun ke level terendah dalam dua minggu pada perdagangan Kamis, tertekan oleh sinyal meredanya ketegangan perdagangan dan hari libur di konsumen utama China, sementara fokus investor juga tertuju pada laporan penggajian AS hari Jumat untuk mengukur prospek ekonomi.

Baca Juga:  BGN: Program MBG Sukarela, Sekolah Tak Wajib Terima

“Ada tanda-tanda kesepakatan dagang yang akan datang, dan pembicaraan dari China bahwa pemerintahan Trump telah menghubungi. Perdagangan berisiko sedang berlangsung, yang mengarah pada aksi ambil untung dalam aset safe haven emas,” ujar Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, kepada Reuters.

Presiden AS Donald Trump mengatakan perjanjian dagang dapat dicapai dengan India, Jepang, dan Korea Selatan. Ada “peluang yang sangat bagus” untuk mengamankan kesepakatan dengan China, tambahnya.

Selain itu, akun media sosial yang berafiliasi dengan media pemerintah China mengatakan AS telah mendekati China untuk mencari pembicaraan mengenai tarif Trump sebesar 145%.

Sementara itu, pasar China ditutup untuk liburan Hari Buruh pada tanggal 1-5 Mei.

Baca Juga:  Nasdem Minta Setop Gaji dan Tunjangan Sahroni-Nafa Urbach

Berdasarkan catatan TD Securities mengatakan bahwa “emas tersedot ke dalam kekosongan likuiditas China yang disebabkan oleh liburan.”

Data pada Rabu menunjukkan bahwa ekonomi AS berkontraksi pada kuartal pertama, dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi AS tidak berubah pada bulan Maret. Kini, semua mata tertuju pada laporan penggajian nonpertanian AS yang akan dirilis pada hari Jumat.

Para pembuat kebijakan The Federal Reserve (The Fed) mengindikasikan suku bunga akan tetap tidak berubah hingga ada tanda-tanda yang jelas untuk menurunkan inflasi ke target 2% atau potensi memburuknya pasar kerja.

Suku bunga yang lebih rendah dan ketidakpastian geopolitik meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

“Meskipun koreksi jangka pendek didorong oleh sentimen pasar yang membaik, pendorong struktural yang menopang kekuatan emas tetap kuat,” tulis Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank. (rel/cnbc)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026
Jelang Aksi 27 Agustus, Rekening Aktivis Rp80,9 Juta Ditunda, Pengamat Pertanyakan Dasar Hukumnya
Logo di Gedung Bank Mandiri Dicopot Pasca Viral Blokir Rekening Aktivis, Takut Didemo?

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026

Berita Terbaru