BGN: Program MBG Sukarela, Sekolah Tak Wajib Terima

- Pewarta

Senin, 26 Januari 2026 - 19:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (kiri).

Wakil kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (kiri).

Banyuwangi, Langkatoday.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penegasan ini muncul merespons adanya laporan kendala dari lapangan terkait penolakan di sejumlah sekolah kategori “elit”.

Hal tersebut disampaikan Nanik menyusul keluhan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banyuwangi, Jawa Timur, yang mengaku kesulitan menambah jumlah penerima manfaat karena beberapa sekolah dengan ribuan siswa memilih untuk tidak bergabung dalam program tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekolah itu tetap tidak mau menerima, meski sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek. Pada prinsipnya, penerimaan MBG sifatnya sukarela, sehingga tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi,” tegas Nanik dalam rapat koordinasi di Banyuwangi, Sabtu (24/1).

Baca Juga:  Firdaus Oiwobo Minta Tim Ombudsman Dipecat

Fokus pada yang Membutuhkan

Nanik menjelaskan bahwa penolakan dari sekolah elit tidak boleh dianggap sebagai tindakan menghambat program pemerintah. Menurutnya, jika sekolah tersebut merasa sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi siswanya secara mandiri, maka hal itu bukan menjadi masalah.

“Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima karena siswanya anak-anak orang mampu, ya tidak apa-apa. Para Kepala SPPG tidak boleh memaksa,” imbuhnya.

Baca Juga:  SPPG Pangkalan Susu Disorot, Pekerja Kritis Diduga Tak Terdaftar BPJS

Dialihkan ke Kelompok Prioritas Lain

Sebagai solusi, Badan Gizi Nasional menyarankan agar jajaran SPPG lebih proaktif berkeliling di wilayah cakupannya untuk menyisir kelompok masyarakat yang jauh lebih membutuhkan bantuan gizi. Target sasaran yang dimaksud meliputi:

  • Pesantren-pesantren kecil.
  • Anak putus sekolah dan anak jalanan.
  • Ibu hamil dan ibu menyusui.
  • Balita.

“Masih banyak warga yang belum menerima MBG padahal mereka sangat membutuhkan. Itulah yang harus menjadi fokus kita sekarang,” pungkas Nanik.

Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan anggaran besar program MBG tepat sasaran dan benar-benar menjangkau lapisan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap pangan bergizi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru