Duel Legendaris Khalid bin Walid Melawan Hormuz Panglima Persia

- Kontributor

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Pada tahun 633 M (12 Hijriah), pasukan Muslim di bawah komando Khalid bin Walid—yang dijuluki Saifullah (Pedang Allah)—memulai penaklukan wilayah Irak yang saat itu berada di bawah Kekaisaran Sassaniyah Persia. Pertempuran pertama yang menentukan terjadi di Kazima (dekat wilayah modern Kuwait-Irak), yang dikenal dalam sejarah Islam sebagai Pertempuran Dzat as-Salasil atau Pertempuran Rantai (Battle of Chains).

Pasukan Persia dipimpin oleh Hormuz (atau Hormozd), seorang marzban (gubernur perbatasan) yang sombong dan berpengalaman. Hormuz membawa pasukan yang jauh lebih besar dan lebih lengkap persenjataannya, termasuk pasukan berat berzirah rantai yang saling terikat satu sama lain—sehingga pertempuran ini dinamai “Pertempuran Rantai”.

Sebelum pertempuran besar pecah, seperti adat peperangan pada masa itu, kedua panglima sering kali maju untuk duel satu lawan satu di tengah medan perang. Hormuz, yang meremehkan pasukan Muslim yang jumlahnya lebih sedikit, menantang Khalid bin Walid untuk bertarung secara pribadi.

Latar Belakang Duel

Hormuz adalah panglima yang angkuh. Ia mengirim surat tantangan kepada Khalid dan mempersiapkan jebakan licik. Hormuz menyuruh sekelompok prajurit terbaiknya (ada yang menyebut 6 hingga 12 orang) untuk maju diam-diam mendekati arena duel. Rencananya: jika ia kalah atau terdesak, pasukan itu akan langsung menyerbu dan membunuh Khalid secara bersama-sama.

Khalid bin Walid, yang sudah terkenal sebagai pejuang tangguh dan ahli strategi, menerima tantangan tersebut. Namun ia tidak lengah. Ia memberi isyarat kepada pasukannya untuk bersiaga dan siap membantu jika terjadi pengkhianatan.

Baca Juga:  29 Hari Menuju Bulan Ramadhan 1447 H

Kedua panglima turun dari kuda dan bertarung dengan pedang di tangan, berdiri di tengah lapangan di hadapan ribuan pasukan dari kedua belah pihak. Suasana tegang. Pasukan Muslim dan Persia sama-sama menahan napas menyaksikan pertarungan para pemimpin mereka.

Jalannya Duel yang Dramatis

Duel berlangsung sengit. Hormuz adalah pejuang yang terlatih dan bertubuh besar. Ia menggunakan kekuatan dan pengalamannya untuk menekan Khalid. Namun Khalid bin Walid memiliki kecepatan, kelincahan, dan keterampilan pedang yang luar biasa.

Pada saat pertarungan mencapai puncaknya, Hormuz memberi sinyal kepada pasukannya yang sudah disiapkan. Sekelompok prajurit Persia langsung maju menyerbu Khalid untuk membunuhnya.

Khalid tidak panik. Dengan gerakan cepat, ia berhasil mengalahkan Hormuz terlebih dahulu. Dalam sekejap, pedang Khalid menghantam dan membunuh Hormuz di tempat. Darah Hormuz menetes dari pedang Khalid saat ia berdiri tegak di atas jasad lawannya.

Pasukan khusus Persia yang menyerbu pun langsung dihadang oleh pasukan Khalid yang sudah siaga. Khalid dan para sahabatnya berhasil mengatasi serangan mendadak itu. Kematian Hormuz di depan mata seluruh pasukan Persia menjadi pukulan telak bagi moral mereka.

Dampak Duel terhadap Pertempuran

Kematian panglima utama menyebabkan pasukan Persia kehilangan komando dan semangat juang. Pasukan Muslim yang lebih mobile dan termotivasi oleh iman langsung melancarkan serangan. Meskipun pasukan Persia menggunakan taktik rantai untuk memperkuat formasi, Khalid berhasil memecahkannya dengan strategi cerdas.

Baca Juga:  Tak Perlu Tunggu Kuota? Begini Cara Legal Berangkat Haji Furoda 2026!

Pertempuran berakhir dengan kemenangan telak pasukan Muslim. Ini menjadi pintu gerbang bagi Khalid untuk melanjutkan penaklukan lebih lanjut di Irak, termasuk Pertempuran Sungai, Walaja, Ullais, hingga jatuhnya Al-Hirah.

Kisah duel ini tidak hanya menunjukkan keberanian dan keterampilan Khalid sebagai prajurit, tetapi juga kecerdasannya dalam menghadapi tipu daya musuh. Hormuz yang sombong justru menjadi korban dari rencananya sendiri.

Pelajaran dari Sejarah

Duel Khalid bin Walid melawan Hormuz menjadi salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah penaklukan Islam. Ia menggambarkan bagaimana seorang pemimpin yang bertakwa, berani, dan cerdas bisa mengalahkan musuh yang lebih unggul dalam jumlah dan perlengkapan.

Hingga kini, nama Khalid bin Walid tetap dikenang sebagai salah satu jenderal terbesar sepanjang masa yang tak pernah kalah dalam puluhan pertempuran besar. Sedangkan Hormuz, meski namanya diabadikan dalam Selat Hormuz, dalam sejarah Islam ia lebih dikenang sebagai panglima yang kalah oleh “Pedang Allah”.

Kisah ini mengingatkan kita: Kemenangan sejati bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga iman, strategi, dan keberanian menghadapi segala tipu daya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRIN Temukan Jejak Islam Abad ke-7 di Tapanuli Tengah, Sejarah Nusantara Bisa Berubah
Bukan Sekadar Cinta, Ini yang Harus Disiapkan Pria Sebelum Mengajukan Poligami
Langkat Kembali Berprestasi, Kafilah Raih Juara II Umum MTQ Provinsi Sumatera Utara
Sambut 1 Muharam, Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Jelajahi Jejak Sejarah Islam di Masjid Jaya Ar-Rahman Langkat
Masjid Al Ibrahimi di Hebron: Jejak Nabi Ibrahim yang Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun
Ribuan Warga Padati Stabat, UAS Serukan “Jihad Lawan Narkoba” di Hadapan Bupati Langkat
Jokowi Ngaku Telepon MBZ, Tanya Kapan Perang Iran Selesai
Halalbihalal Pemkab Langkat, Ustadz Rahul Soroti Bahaya Menonjolkan Diri dan Pentingnya Persatuan

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:37 WIB

BRIN Temukan Jejak Islam Abad ke-7 di Tapanuli Tengah, Sejarah Nusantara Bisa Berubah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Bukan Sekadar Cinta, Ini yang Harus Disiapkan Pria Sebelum Mengajukan Poligami

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:39 WIB

Langkat Kembali Berprestasi, Kafilah Raih Juara II Umum MTQ Provinsi Sumatera Utara

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:40 WIB

Sambut 1 Muharam, Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Jelajahi Jejak Sejarah Islam di Masjid Jaya Ar-Rahman Langkat

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:58 WIB

Masjid Al Ibrahimi di Hebron: Jejak Nabi Ibrahim yang Bertahan Lebih dari 2.000 Tahun

Berita Terbaru