Dimulai 2027, Pemerintah Renovasi Sekolah dan Perluas Pembelajaran Digital

- Kontributor

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Presiden Prabowo Subianto menargetkan seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan dapat direnovasi paling lambat pada 2029.

Pemerintah juga mempercepat pemenuhan fasilitas pembelajaran, termasuk penyediaan layar pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) di ruang kelas.

Target tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026–2027 dan Penyampaian Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027 di Jakarta, Jumat (14/8).

Presiden menegaskan, perbaikan infrastruktur pendidikan merupakan bagian penting dari investasi sumber daya manusia. Sekolah tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi ruang bagi anak-anak Indonesia untuk membangun masa depan.

“Program renovasi seluruh sekolah dan satuan pendidikan yang membutuhkan perbaikan akan terus dipercepat pada 2027 dan 2028, dan harus selesai paling lambat 2029,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, program tersebut menjadi salah satu upaya terbesar pemerintah untuk memastikan anak-anak belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.

Kondisi seperti atap bocor, dinding retak, toilet rusak, hingga ruang kelas yang tidak aman tidak boleh terus berlangsung.

Baca Juga:  Nama Ade Jona Prasetyo Muncul di Sidang Korupsi Kereta Api Medan, Diduga Terkait Aliran Dana

“Ini adalah program renovasi sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun,” tegas Presiden.

Pemerintah menargetkan seluruh sekolah memiliki fasilitas belajar yang baik, aman, bersih, dan layak, termasuk ketersediaan kamar kecil yang memenuhi standar.

Selain memperbaiki bangunan fisik, pemerintah juga mendorong transformasi pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital.

Presiden menyampaikan seluruh ruang kelas akan dilengkapi layar pintar interaktif atau IFP. Pada akhir Desember 2026, setiap sekolah akan menerima tambahan tiga IFP.

Tambahan tersebut melanjutkan distribusi satu IFP per sekolah yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, sekolah yang memiliki sedikitnya empat ruang kelas akan memiliki empat IFP yang dapat mendukung proses belajar mengajar.

“IFP ini akan memudahkan guru dan murid untuk mengajar dan belajar,” kata Presiden.

Baca Juga:  APBD Minim, Sumut Dinilai Tak Mampu Kelola Empat Pulau Tambahan yang Dipindahkan dari Aceh

Pemanfaatan teknologi tersebut juga akan dikembangkan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (long distance learning). Melalui skema ini, guru-guru terbaik dapat memberikan pembelajaran dari studio guru di Jakarta kepada siswa di berbagai daerah.

Kebijakan tersebut diharapkan memperluas akses terhadap materi dan pengajaran berkualitas, termasuk bagi sekolah yang berada jauh dari pusat-pusat pendidikan.

Presiden juga menegaskan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat akses pendidikan melalui pembiayaan negara.

Pemerintah, kata Presiden, akan memperjuangkan agar seluruh sekolah negeri tidak memungut biaya dari peserta didik.

“Itu adalah cita-cita dan target kita,” ujar Presiden.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, sekaligus memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Dengan renovasi sekolah, penguatan fasilitas digital, serta perluasan akses pendidikan, pemerintah menempatkan pembenahan satuan pendidikan sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026
Jelang Aksi 27 Agustus, Rekening Aktivis Rp80,9 Juta Ditunda, Pengamat Pertanyakan Dasar Hukumnya
Logo di Gedung Bank Mandiri Dicopot Pasca Viral Blokir Rekening Aktivis, Takut Didemo?

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:38 WIB

Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026

Berita Terbaru