Anoriyan Yusuf: Bertahan, Lalu Menjadi

- Pewarta

Senin, 15 Desember 2025 - 23:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday – Tidak ada garis lurus dalam perjalanan hidup Anoriyan Yusuf. Pria yang akrab disapa Rian itu mengenal dunia media bukan dari ruang redaksi yang mapan, melainkan dari jalanan, pasar, dan ruang-ruang hidup yang menuntut ketahanan.

Hari ini, Rian dikenal sebagai pemilik media daring di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sekaligus Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Langkat. Namun sebelum sampai ke titik itu, ia melewati fase panjang yang ditandai kegagalan, keterbatasan ekonomi, dan upaya bertahan hidup yang berulang.

Selepas menyelesaikan pendidikan di STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Islahiyah Binjai pada 2014 (sekarang INSAN Binjai) Rian sempat merantau ke Air Molek, Riau. Ia melamar sebagai guru di sebuah perusahaan swasta. Sambil menunggu hasil seleksi, ia berjualan kopi sachet dari rumah ke rumah. Kopi eceran yang dikemasnya sendiri menjadi penopang hidup harian.

Seleksi tak berpihak. Hampir setahun kemudian, Rian kembali ke Langkat. Ia mencoba peruntungan sebagai wartawan di media lokal, namun hanya bertahan beberapa bulan. Ketertarikannya pada dunia pers tidak luntur. Pada awal 2017, ia mendirikan media cetak mingguan dan media daring secara mandiri.

Langkah itu terlalu berat bagi usia dan modalnya. Konflik internal perusahaan berujung kebangkrutan. Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta. Untuk menutup utang, ia menjual aset pribadi. Pada usia 25 tahun, Rian kembali ke titik awal.

Masa-masa berikutnya diisi dengan pekerjaan serabutan. Ia menjadi PPS Pemilu, lalu tenaga honorer di Dinas Kominfo Kabupaten Langkat. Penghasilan terbatas membuatnya terus mencari tambahan. Ia mencoba berbagai usaha kecil mulai dari perdagangan makanan, hasil pertanian, hingga barang bernilai yang sebagian besar berakhir rugi.

Namun perlahan, utang-utang itu lunas. Tahun 2020 menjadi fase pemulihan. Setahun kemudian, Rian menikah dan memutuskan kembali ke dunia media dengan pendekatan yang lebih hati-hati.

Baca Juga:  Antara Ketajaman Intelektual dan Kerumitan Birokrasi

Pada 9 November 2021,  ia mendirikan axialnews.id di bawah PT Axial Media Digital. Tidak ada gebrakan besar. Ia membangun pelan-pelan, berangkat dari pengalaman jatuh yang pernah ia alami.

Februari 2024, Rian mengakhiri statusnya sebagai tenaga honorer. Ia memilih fokus mengelola medianya. Kepercayaan dari sesama insan pers datang kemudian. Ia dipercaya memimpin SMSI Kabupaten Langkat untuk periode 2024–2027.

Bagi Rian, perjalanan hidupnya bukan kisah sukses instan. Ia tumbuh melalui proses panjang. Bahkan sejak kuliah, ia terbiasa bekerja apa saja, buruh tebang tebu, kernet bangunan, bongkar muat, hingga berdagang keliling demi menyelesaikan pendidikan.

“Yang penting bertahan,” katanya singkat.

Di tengah dunia media yang berubah cepat, kisah Anoriyan Yusuf menunjukkan bahwa ketekunan masih memiliki tempat. Ia tidak melompat jauh. Ia bertahan, belajar, lalu menjadi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar
Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak
Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode
Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara
Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi
HTML: Tulang Punggung Website Modern
Taktik ‘Siram-Menyiram’ di Langkat: Rahasia Sukses Bikin Suara Kritis Mendadak Serak
Merdeka yang Tertunda: Refleksi Kritis atas Makna Kemerdekaan Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:50 WIB

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Selasa, 22 September 2026 - 19:28 WIB

Tiga Bulan Tiorita: Dari Jalan Rusak hingga Penguatan Ekonomi, Pemerintahan Langkat Terus Bergerak

Rabu, 16 September 2026 - 14:36 WIB

Cicilan Kekecewaan: Kritik atas Ambisi Rektor Dua Periode

Rabu, 16 September 2026 - 11:58 WIB

Ketika Bendahara Terlalu Banyak Bicara

Sabtu, 12 September 2026 - 07:07 WIB

Dunia dan Akhirat: Sebuah Relasi

Terbaru