Anggotanya Salah Tangkap Iskandar ST, Kapolda Sumut Minta Maaf

- Pewarta

Jumat, 17 Oktober 2025 - 17:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

MEDAN | LANGKATODAY – Tindakan yang tidak profesional oleh anggota Polrestabes Medan hingga terjadi salah tangkap membuat para penumpang Garuda Indonesia Kualanamu tujuan Jakarta, sempat heboh.

Pasalnya, yang ditangkap adalah tokoh politik yakni Ketua DPD Nasional Demokrat (Nasdem) besutan Surya Paloh.

Akibat perbuatan anak buah Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak itu, membuat Kapoldasu Irjen Whisnu Hermawan Februanto memberikan permintaan maaf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Permintaan maaf itu disampaikannya melalui Kabid Humas Kombes Ferry Walintukan, Kamis (16/19).

“Peristiwa itu benar dan anggota kita melakukan salah tangkap terhadap Iskandar. Atas kesalahan itu, kami minta maaf,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, saat dihubungi awak media, Kamis (16/10).

Ia mengungkapkan, awalnya personel dari Polrestabes Medan itu tengah menyelidiki kasus judi online. Kemudian berdasarkan hasil penyelidikan (profiling) muncul nama Iskandar. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan manifest bahwa nama Iskandar itu terdaftar sebagai penumpang pesawat.

“Lalu personel menuju Bandara Kualanamu dan berkoordinasi dengan petugas Avsec untuk mengamankan nama Iskandar tersebut yang posisinya sudah berada di dalam pesawat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gelondongan Kayu Milik PT Tanjung Timberindo Industry Masih Tanda Tanya, Dinas Kehutanan Sumut: Kayu Asal Maluku

“Ternyata hasil profiling anggota itu salah, nama Iskandar yang terlibat judi online bukanlah Ketua Nasdem Sumut. Jadi ada kesamaan nama,” aku juru bicara Polda Sumut itu.

Sebelumnya, Ketua Partai Nasdem Sumut, Iskandar, mengaku menjadi korban salah tangkap oleh oknum polisi di Bandara Kualanamu, Rabu (15/10) sore.

Insiden memalukan itu terjadi di dalam pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 193 rute Kualanamu–Soekarno Hatta, tepat sebelum pesawat lepas landas.

“Benar, saya sempat diamankan sementara di dalam pesawat Garuda Indonesia,” ungkap Iskandar saat dikonfirmasi.

Iskandar menjelaskan, pesawat dijadwalkan terbang pukul 19.25 WIB. Semua penumpang sudah berada di kursi masing-masing dan bersiap untuk take off, ketika sejumlah pria berpakaian preman yang mengaku polisi, datang bersama petugas Avsec Bandara Kualanamu dan awak kabin Garuda.

“Mereka datang membawa surat penangkapan, katanya untuk seorang pelaku judi online bernama Iskandar. Rupanya, nama saya sama dengan orang yang mereka cari,” ujarnya.

Menurutnya, setelah melakukan pemeriksaan dan menyadari kesalahan identitas, para petugas itu langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan penjelasan resmi. Bahkan, oknum polisi berpakaian preman tersebut tidak mengaku dari satuan mana.

Baca Juga:  AMPK Sumut Demo di Polda, Desak Kasus Kematian Tenggo Diambil Alih dari Polres Binjai

“Yang aneh, setelah tahu salah orang, mereka langsung pergi begitu saja. Tak satu pun yang mau mengaku sebagai polisi. Tapi surat penangkapannya ada,” ujar Iskandar dengan nada kecewa.

Akibat insiden itu, Iskandar sempat diturunkan dari pesawat untuk pemeriksaan singkat, yang menyebabkan penerbangan Garuda GA 193 tertunda (delay) selama beberapa waktu.

“Hanya karena nama saya sama dengan target penangkapan, saya diturunkan dari pesawat dan dimintai keterangan,” katanya.

Iskandar juga menyebutkan bahwa dari informasi yang diterimanya, oknum yang melakukan salah tangkap diduga berasal dari Polrestabes Medan. Namun, ia meminta agar hal ini dikonfirmasi kembali ke pihak kepolisian.

“Informasinya memang dari Polrestabes Medan. Tapi sebaiknya dikroscek dulu secara resmi,” ucapnya.

Politikus NasDem itu mengaku akan berkonsultasi dengan pihak partai dan penasihat hukum terkait langkah selanjutnya, termasuk mempertimbangkan pelaporan atas dugaan pelanggaran prosedur dan kesalahan fatal aparat penegak hukum.

“Ini bukan hanya soal saya pribadi, tapi soal marwah dan kehormatan warga negara yang bisa saja jadi korban salah tangkap hanya karena kesamaan nama,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral
Viral Video Oknum Polisi Diduga Provokatif Saat Amankan Demo Hari Tani di Bengkulu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB