Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana

- Kontributor

Selasa, 15 September 2026 - 20:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Maraknya kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memunculkan tuntutan agar sanksi terhadap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak berhenti pada penghentian sementara operasional.

Pakar kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mendorong adanya sanksi denda sebagai bentuk tanggung jawab terhadap korban, termasuk untuk mengganti kerugian ekonomi yang timbul akibat kasus tersebut.

Menurut Lina, selama ini sanksi yang dijatuhkan Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap SPPG yang bermasalah antara lain berupa penghentian sementara operasional dapur maupun pemberhentian kepala SPPG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, ia menilai perlu ada instrumen sanksi lain yang memberikan konsekuensi lebih nyata apabila pelanggaran terbukti menyebabkan kerugian kepada masyarakat.

“SPPG yang melanggar hanya kena sanksi administratif. Ada enggak upaya kemudian mereka dikenai sanksi yang administratifnya itu misalnya sanksi denda?” ujar Lina, Kamis (10/9).

Bisa Berujung Pidana

Persoalan menjadi lebih serius apabila dugaan keracunan terbukti terjadi akibat kelalaian dalam memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, kondisi tersebut dapat masuk ke ranah pidana. Menurutnya, sanksi denda juga dapat berjalan bersamaan dengan proses pidana apabila unsur kelalaian terpenuhi.

Ia merujuk pada Pasal 474 ayat (1), (2), dan (3) KUHP yang mengatur kelalaian yang mengakibatkan orang lain mengalami luka, luka berat, hingga meninggal dunia.

Untuk kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka hingga timbul penyakit atau terganggu dalam menjalankan pekerjaan, ancamannya berupa pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak kategori II.

Jika menyebabkan luka berat, ancaman pidananya dapat mencapai tiga tahun penjara atau denda kategori III. Sementara apabila kelalaian menyebabkan kematian, ancamannya dapat mencapai lima tahun penjara atau denda kategori IV.

“Kalau sudah menyebabkan sakit atau keracunan itu bisa ditarik ke pidana, tetapi lebih pada kealpaan. Ya pidana plus denda sekaligus,” kata Fickar, Senin (14/9).

Meski demikian, penerapan sanksi pidana maupun denda tetap membutuhkan pembuktian mengenai adanya kelalaian dan hubungan sebab-akibat antara pelanggaran dengan kondisi korban.

Editor : Fadli

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Mulai 2027, Dosen PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu, Seleksi Dosen PNS Dibuka November 2026
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 20c.26
Momen Jokowi Perlihatkan Ijazah S1 UGM di Sidang, Roy Suryo Tertawa
Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo
Rocky Gerung Berpantun “Tukang Kayu Sebentar Lagi Jadi Tahanan”
Jokowi-Gibran Disebut Jadi Dalang di Balik Dugaan Makar Penyadapan Prabowo
Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS
Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:46 WIB

Mulai 2027, Dosen PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu, Seleksi Dosen PNS Dibuka November 2026

Kamis, 5 November 2026 - 15:19 WIB

Momen Jokowi Perlihatkan Ijazah S1 UGM di Sidang, Roy Suryo Tertawa

Kamis, 5 November 2026 - 15:03 WIB

Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo

Kamis, 5 November 2026 - 09:29 WIB

Rocky Gerung Berpantun “Tukang Kayu Sebentar Lagi Jadi Tahanan”

Kamis, 5 November 2026 - 09:22 WIB

Jokowi-Gibran Disebut Jadi Dalang di Balik Dugaan Makar Penyadapan Prabowo

Terbaru

Chat via WhatsApp