Penutupan 8 Bandara Terdampak Abu Anak Krakatau Kembali Diperpanjang

- Pewarta

Senin, 7 September 2026 - 19:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Penutupan delapan bandara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali diperpanjang. Keputusan tersebut diambil karena kondisi ruang udara masih dinamis sehingga keselamatan penerbangan belum dapat dipastikan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah masih menunggu perkembangan kondisi atmosfer berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Delapan bandara yang terdampak yakni Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, Budiarto Curug Tangerang, Pondok Cabe Tangerang Selatan, Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Khusus Bandara Soekarno-Hatta, penutupan diperpanjang hingga Senin (7/9/2026) pukul 08.59 WIB berdasarkan NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26. Sementara status operasional bandara lainnya disesuaikan dengan perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi ruang udara.

“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis,” ujar Dudy di Jakarta, Ahad (6/9) malam.

Baca Juga:  Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Menurut Dudy, perubahan arah angin pada berbagai lapisan ketinggian menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pergerakan abu vulkanik sulit dipastikan.

“Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan,” katanya.

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda saat ini berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026 berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian ESDM.

Rangkaian erupsi tipe Strombolian masih berlangsung dan menghasilkan lontaran material pijar serta abu vulkanik. Aktivitas meningkat pada 5 September sekitar pukul 23.07 WIB ketika terjadi erupsi menerus yang disertai suara gemuruh dan fenomena lava fountain.

Abu vulkanik kemudian terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra. Kondisi tersebut berdampak terhadap ruang udara dan mengganggu operasional penerbangan di sejumlah bandara.

Penutupan dilakukan sebagai langkah pencegahan hingga kondisi ruang udara dinilai aman. Dampaknya, ribuan penerbangan turut terdampak.

Baca Juga:  Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga

Paper Test Dilakukan Setiap 30 Menit

Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait terus memantau perkembangan abu vulkanik di bandara terdampak. Salah satu metode yang digunakan adalah paper test untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik di sekitar kawasan bandara.

Pengujian dilakukan setiap 30 menit untuk melihat apakah abu masih terdeteksi sekaligus memantau kecenderungan penyebarannya.

Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi penerbangan karena partikelnya dapat masuk ke mesin pesawat dan mengganggu kinerja mesin maupun sistem pesawat.

Dudy menegaskan, pembukaan kembali bandara tidak berarti pesawat langsung dapat beroperasi. Pesawat yang akan kembali digunakan harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

“Kalau ada apa-apa, jika harus menginap, mereka akan tutup mesinnya. Itu pun nanti kalau misalnya (bandara) sudah buka, mereka harus melakukan pemeriksaan dulu sebelum beroperasi untuk memastikan tidak ada debu di mesin,” ujarnya.

“Kita pastikan harus dicek dulu sebelum beroperasi untuk keselamatan penerbangan,” kata Dudy.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB