Politik Uang sudah Tercium, Bawaslu dan Panwaslu Jangan jadi Singa Ompong

- Kontributor

Jumat, 8 November 2024 - 16:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Oleh: Ramadhan
Alumni Mahasiswa Hukum UIN Ar-Raniry

STABAT (Langkatoday) – 27 November 2024 seluruh rakyat Indonesia akan melaksanakan yang namanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk memilih kepala daerah berupa bupati/walikota dan gubernur.

Melihat situasi masa pencoblosan yang kini tinggal menunggu kurang lebih 3 pekan lagi, banyak sekali sudah terlihat cara-cara yang dilakukan oleh tim relawan/simpatisan yang melanggar undang-undang untuk mengambil hati rakyat untuk beralih memilih calon yang didukungnya.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) dan Pengawas Pemilihan Umum (PANWASLU) Adalah salah satu penyelenggara dan rekomendasi pengamanan dalam masa pemilihan kepala daerah yang kini sedang berlangsung.

Dalam artian dimasa saat ini yang lagi huru-hara masa kampanye setiap calon, diharapkan Panwaslu harus meninjau dan menindak yang sebenar-benarnya, jikalau ada pelanggaran yang sedang di lakukan oleh tim relawan maupun simpatisan.

Baca Juga:  Langkat Membangun dari Desa: Akankah 5 Sarjana Jadi Kunci?

Mendekati hari pencoblosan ini, kepada Bawaslu dan Panwaslu harus lebih melihat dimana saat kini yang di khawatir akan terjadinya, cara-cara untuk mengambil suara rakyat dengan memberi uang meminta untuk memilih calon yang disuruhnya. Politik uang (money politic) sudah bukan lagi rahasia umum setiap ada pesta demokrasi di Indonesia ini.

Bawaslu dan Panwaslu memiliki kewenangan untuk menindak hal-hal yang dilarang dalam undang-undang, Jangan kini Panwaslu yang diberikan kewenangan tidak mengerjakan apa yang telah di perintahkan oleh undang-undang.

Baca Juga:  Jejak Minyak, Kekuasaan, dan Kesultanan: Menelusuri Aliansi Aeilko Jans Zijker dan Langkat

Serta,  Bawaslu dan Panwaslu juga jangan seperti Singa Ompong yang nampak garang dan seram tapi tidak sanggup menggigit dan menekam tak kala ada terjadi pelanggaran yang jelas terlihat di depan mata dan dari aduan yang sudah membawa bukti dari adanya pelanggaran.

Kejar mereka, cecar meraka, bagi para penjahat politik yang mencoba bermain curang dan kotor dengan menyebar uang kepada masyarakat demi mendapatkan suara rakyat.

Agar demokrasi terselamatkan dalam pilkada ini, karena kita tahu pemilu sebelumnya adalah pemilu yang paling buruk sepanjang sejarah, diakibatkan karena ulah segelintir elit politik yang bermain dengan terang-terangan berbuat curang.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun
“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat
Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah
Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
Alun-Alun Stabat yang Berubah Jadi Kolam, Cermin Buram Tata Kota Langkat
Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan
Dulu Dicopot Karena Tahanan Kabur, Kini Kapolres Langkat Dituding Tutup Mata atas Skandal Besar!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:45 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun

Kamis, 9 April 2026 - 09:28 WIB

“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:33 WIB

Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

Sabtu, 22 November 2025 - 17:28 WIB

Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU

Berita Terbaru