Warga Soroti Proyek Tembok Penahan di Desa Paya Bengkuang, Diduga Sarat Korupsi

- Pewarta

Rabu, 18 Juni 2025 - 10:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Proyek pembangunan tembok penahan tanah (lending) di Desa Paya Bengkuang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, tengah menjadi sorotan publik. Dugaan penyimpangan anggaran menyeruak setelah sejumlah warga mengungkapkan kejanggalan dalam realisasi proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024.

Proyek yang menelan biaya sebesar Rp 72.439.800 dengan volume pekerjaan sepanjang 47 meter, sebagaimana tertulis pada papan proyek yang dipasang di lokasi, disebut tidak sebanding dengan hasil fisik yang terlihat di lapangan. Kondisi tembok penahan yang dibangun terlihat sederhana, menggunakan batu koral dan adukan semen yang dinilai sangat minim dari segi kualitas dan daya tahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut salah satu warga, Encek, yang tinggal di Dusun II, ia telah mencoba mengalkulasi ulang estimasi belanja proyek tersebut. Berdasarkan perhitungannya:

Baca Juga:  KPK Akan Analisis LHKPN Wakil Ketua DPRD Langkat Ajai Ismail

  • Batu koral: ±2 dam
  • Pasir: 6 dam x Rp400.000 = Rp2.400.000
  • Semen: 50 sak
  • Sertu: 1 dam
  • Tanah timbun: 1 dam
  • Upah kerja: ±Rp7.000.000

Jika seluruh kebutuhan tersebut dihitung, total anggaran proyek seharusnya jauh lebih rendah dari angka Rp72 juta yang dilaporkan.

“Kami menduga ada markup anggaran. Apalagi kalau dilihat langsung ke lokasi, bangunannya sangat sederhana dan tidak mencerminkan biaya sebesar itu. Ini bentuk penghianatan terhadap masyarakat,” tegas Encek.

Lebih mirisnya lagi, di sekitar proyek tampak tumpukan sampah dan lingkungan yang tak terurus, menambah kesan bahwa pembangunan hanya dikerjakan asal jadi, tanpa perencanaan matang dan tanggung jawab lingkungan.

Baca Juga:  Ini Update Terbaru dari Polisi Soal Kecelakaan Mobil TV One yang Menewaskan 3 Orang

Kritik Tajam untuk Pemerintah Desa dan Pengawas Proyek

Proyek lending ini seharusnya menjadi solusi bagi desa yang rawan longsor, namun malah menjadi ironi dari semangat membangun yang diselewengkan. Pemerintah desa bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) didesak untuk segera memberi klarifikasi terbuka kepada publik. Masyarakat berhak tahu ke mana aliran dana desa sebenarnya digunakan.

Jika benar terjadi penggelembungan anggaran atau pelaksanaan yang tidak sesuai RAB, maka ini masuk dalam kategori korupsi dana desa, yang harus segera diusut oleh Inspektorat Kabupaten Langkat dan aparat penegak hukum.

Kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan berulang, karena bukan hanya merugikan negara, tetapi juga menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa sebagai ujung tombak pembangunan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa
HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Terbaru