Viral di TikTok! Netizen Geram Skandal Koperasi Langkat, Korban Teriak: “Duit Emak Ku 78 Juta Diambil!”

- Kontributor

Minggu, 29 Juni 2025 - 15:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Kasus dugaan penggelapan dana puluhan miliar rupiah oleh Dedek Pradesa, anggota DPRD Langkat dan Ketua DPC Partai Gerindra Langkat, terus memicu gelombang kemarahan. Setelah pemberitaan awal Langkatoday viral, kini netizen ramai-ramai bersuara di media sosial, terutama di TikTok, mengungkapkan kekecewaan dan pengalaman pahit sebagai korban Koperasi Syariah Pradesa Mitra Mandiri.

Komentar-komentar pedas dan mengharukan membanjiri video unggahan Langkatoday yang telah ditonton lebih dari 24 ribu kali, disukai 340 akun, dan mendapat puluhan komentar.

Tanggapan Netizen:

@Mama_rayyan: “Duit emak ku ada 78 juta ada di situ… viralkan terusss biadaaap makan duit orang! 🤣🤣”

@TR Collection: “Saya salah satu korbannya… udah nunggu 1 tahun uang gak cair… Yang lebih kasian itu ibu-ibu tukang air masak, 13 juta dikumpulin tiap hari buat beli motor, malah dicicil Rp50 ribu seminggu 😭.”

@Wiwin Azzaa: “Saya nasabahnya. Nabung harian 50–100 ribu, sekarang mau ambil gak bisa. Sekarang dicicil Rp100 ribu per bulan, tabungan saya ada 7 juta. Tahun kapan siapnya?”

@Shelly: “Saya juga korban… ngambil cuma bisa Rp50 ribu itu pun 3 bulan sekali 🙄🤣🤣.”

@Cahayanasan: “Aku pernah berantem minta uang tabungan ku, Rp15 juta, dipersulit!”

Baca Juga:  Pemkab Langkat Tekankan Akuntabilitas Keuangan dan Percepatan Pemulihan Pascabanjir

@Bubu Surbakti: “Ini udah lama, tapi gak ditangkap-tangkap. Gak ngerti kenapa…”

@Astri Ani: “Saya korbannya…”

Kemarahan Semakin Membesar: Warganet Minta Penangkapan Segera

Warganet tak hanya curhat soal kerugian, tapi juga menuding lambannya proses hukum.

“Maklumlah, anggota dewan kan kebal hukum,” tulis @Herry Cancer.

“Tangkap dan adili!” desak @Wahyudi Yudi.

“Masuk neraka itu kalau sedekah ke orang yang salah,” sindir @Wiwin Azzaa yang merasa uangnya raib dan tak akan kembali dalam waktu dekat.

Suara Rakyat Menggema: Bukan Hanya Soal Uang

Para korban mengaku menyimpan harapan besar pada kampanye Dedek Pradesa yang menjanjikan pengembalian dana jika terpilih kembali sebagai anggota DPRD. Kini, janji itu justru menjadi luka kedua bagi masyarakat.

Langkatoday menerima banyak pengakuan bahwa simpanan warga kecil—tukang masak, penjual sayur, hingga buruh harian—yang dengan susah payah menabung harian, justru raib begitu saja. Jumlah tabungan mereka berkisar antara Rp6 juta hingga Rp78 juta per orang.

Desakan Terhadap Penegak Hukum dan Partai Gerindra

Masyarakat meminta agar Polda Sumut segera menindaklanjuti laporan serta menyelidiki aliran dana koperasi, termasuk peran SP (manajer baru yang disebut mantan napi kasus serupa), serta keterlibatan keluarga Dedek Pradesa dalam transaksi mencurigakan.

Baca Juga:  Dituntut Mati, Dosen Pembunuh Suami di Helvetia Sangat Bahagia

Tak sedikit juga yang meminta Presiden Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra, turun tangan secara langsung menegakkan disiplin kader.

Masih Banyak yang Diam

Dari semua komentar yang masuk, mayoritas korban menyatakan mereka belum menerima kejelasan, proses hukum stagnan, dan penyelesaian berupa “kompensasi” receh makin menyakitkan.

Langkatoday akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan membuka ruang bagi korban lain untuk menyampaikan kesaksian.

@langkatodaycom Publik Kabupaten Langkat tengah diguncang oleh dugaan skandal penggelapan dana koperasi yang melibatkan salah satu anggota DPRD aktif, dedek pradesa Politisi Partai @gerindra yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Langkat dan pimpinan Koperasi Syariah Pradesa Mitra Mandiri itu diduga menyelewengkan dana nasabah hingga mencapai puluhan miliar rupiah sejak tahun 2018. Kasus ini mencuat ke permukaan setelah sejumlah nasabah mengeluhkan tidak dapat mengakses dana tabungan mereka. Bahkan, saat seorang nasabah hendak menyetor uang ke kantor koperasi pada 16 Juni 2025 lalu, ia mendapati koperasi tersebut telah berhenti beroperasi tanpa pengumuman resmi. Informasi itu disampaikan oleh seseorang berinisial SP, yang mengaku sebagai manajer koperasi. Selengkapnya di Langkatoday.com #beritalangkat #Langkatnews #langkatodaycom #langkatodayaja #gerindra #fyp ♬ suara asli – kenarok1983☑️

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KONI Kecamatan Binjai Gelar Pekan Olahraga Siswa 2026 Secara Gratis, Wujud Nyata Pembinaan Atlet Muda Berprestasi
Mahasiswi STKIP Al Maksum Sabet Dua Juara di MTQ PERTI Sumut
607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat Bakal Dilegalkan dan Dikelola BUMD!
Dihempas Angin Kencang, Pohon Tumbang Dekat RM Cabe Ijo Stabat Timpa Ruko hingga Ambruk dan Picu Macet Parah
Raih WTP dari BPK RI, Syah Afandin: Ini Hasil Kerja Keras OPD yang Sudah Lama Saya Tunggu
Warga Kecamatan Binjai Kecewa, Legislator Fraksi Demokrat Dapil II Langkat Dinilai Tak Hadir Saat Aksi Jalan Rusak
Idul Adha 2026 di Langkat, Warga Rayakan Kebersamaan dan Semangat Berkurban
Syah Afandin Resmi Buka Jamcab Langkat, Pramuka Diminta Siap Hadapi Tantangan Masa Depan

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

KONI Kecamatan Binjai Gelar Pekan Olahraga Siswa 2026 Secara Gratis, Wujud Nyata Pembinaan Atlet Muda Berprestasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:26 WIB

Mahasiswi STKIP Al Maksum Sabet Dua Juara di MTQ PERTI Sumut

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:02 WIB

607 Sumur Minyak Rakyat di Langkat Bakal Dilegalkan dan Dikelola BUMD!

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:02 WIB

Dihempas Angin Kencang, Pohon Tumbang Dekat RM Cabe Ijo Stabat Timpa Ruko hingga Ambruk dan Picu Macet Parah

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:19 WIB

Raih WTP dari BPK RI, Syah Afandin: Ini Hasil Kerja Keras OPD yang Sudah Lama Saya Tunggu

Berita Terbaru