Warga Padang Halaban Labura Tolak Bantuan Polisi Usai Penggusuran Lahan 83 Hektar

- Kontributor

Senin, 2 Februari 2026 - 10:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Labura, Langkatoday.com – Luka batin akibat konflik agraria nampaknya masih membekas dalam di hati warga Desa Padang Halaban, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).

Sebagai bentuk protes dan rasa trauma, warga secara terang-terangan menolak bantuan yang diberikan oleh pihak kepolisian pasca-eksekusi lahan besar-besaran yang terjadi pekan lalu.

Penolakan ini dipicu oleh peristiwa penggusuran lahan garapan petani seluas 83 hektare pada Rabu (28/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu, ratusan personel gabungan mengawal ketat jalannya eksekusi yang meratakan rumah serta tanaman warga menggunakan alat berat.

Kehilangan Masa Depan di Ujung Alat Berat

Bagi warga, bantuan sembako atau materiil yang datang saat ini dinilai tidak mampu menghapus rasa sakit atas kehilangan sumber penghidupan yang telah dikelola selama puluhan tahun.

“Yang kami rasakan bukan hanya kehilangan tanah, tapi juga kehilangan masa depan. Kalau tanah kami sudah hilang, untuk apa bantuan sekarang?” ujar salah seorang warga dengan nada getir, Senin (2/2).

Warga mengenang suasana mencekam saat ratusan personel gabungan dari Polda Sumut, Brimob, hingga Satpol PP hadir di desa mereka. Pengerahan aparat secara masif tersebut dianggap warga sebagai bentuk intimidasi dan keberpihakan negara terhadap kepentingan korporasi di atas rakyat kecil.

Trauma dan Krisis Kepercayaan

Pasca-eksekusi, suasana di Desa Padang Halaban masih diselimuti mendung trauma. Sebagian besar warga kini kehilangan tempat tinggal dan penghasilan utama. Kehadiran negara yang datang “dengan senjata” saat penggusuran telah menciptakan krisis kepercayaan yang mendalam terhadap institusi keamanan dan pemerintah daerah.

“Negara datang dengan senjata, bukan dengan solusi. Kami merasa tidak berdaya menghadapi kekuatan yang seharusnya melindungi kami,” keluh warga lainnya.

Masyarakat Padang Halaban kini mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk tidak sekadar datang memberikan bantuan simbolis, melainkan hadir dengan solusi yang berkeadilan. Mereka menuntut:

  • Dialog Terbuka: Mediasi langsung antara warga, pemerintah, dan pihak pengembang.
  • Evaluasi Hukum: Meninjau kembali proses hukum yang mendasari eksekusi lahan tersebut.
  • Pemulihan Hak: Jaminan perlindungan hukum dan kesejahteraan bagi petani terdampak.

Hingga saat ini, warga masih bertahan di sekitar lokasi dan berharap adanya keajaiban keadilan agar mereka bisa kembali hidup tenang di tanah yang telah menghidupi keluarga mereka selama bertahun-tahun.

 

View this post on Instagram

 

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan
KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita
Mobil Dinas RSUD Djoelham Binjai Diduga Menunggak Pajak, BPKPAD: Tidak Tercatat di Aset Pemko
MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh
Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap
KPK Periksa Tiga Pejabat Disdik dan Kades Ara Condong Terkait Kasus Syah Afandin
Anggota Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Terduga Pelaku Ditangkap
Tega! Marbot Masjid di Lampung Cabuli Gadis Disabilitas 5 Kali di Gudang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:52 WIB

Kades Pasar Rawa Gebang HM Minta Maaf, Wirdatul Akmal Resmi Cabut Laporan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:23 WIB

KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Uang Tunai Disita

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Mobil Dinas RSUD Djoelham Binjai Diduga Menunggak Pajak, BPKPAD: Tidak Tercatat di Aset Pemko

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:10 WIB

MA Nyatakan Suket Gibran Tidak Sah, Denny Indrayana: Mas Gibran Mundur Deh

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Yaqub Menyesal Beri Rp1 Miliar ke Ondim: Istri Sedang Hamil, Ibu Meninggal Saat Saya Ditangkap

Terbaru

Chat via WhatsApp