Sampah Jadi Duit, Pemkab Langkat Dorong Budidaya Maggot Lewat Program LIGAT

- Pewarta

Minggu, 20 September 2026 - 16:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Pemerintah Kabupaten Langkat mendorong penguatan inovasi pengelolaan sampah organik melalui program LIGAT (Pemberdayaan Sampah Organik Berbasis Offtaker melalui Bank Sampah untuk Mendukung Ekonomi Sirkular dan ProKlim).

Program tersebut dibahas Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, saat menerima Direktur PT Gema Nirmala Indonesia (GNI), Mr. Jeon Donghoon, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Sabtu (19/9).

Pertemuan membahas rencana pengembangan sistem pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot. Konsep tersebut diarahkan tidak hanya untuk mengurangi persoalan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan peluang usaha bagi masyarakat.

Sampah Organik Masuk Rantai Ekonomi

LIGAT digagas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Langkat Erwin Bachari sebagai upaya mengubah sampah organik dari persoalan lingkungan menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.

Dalam pemaparan GNI, rencana pengembangan program akan dilakukan melalui kerja sama dengan Project Wings Indonesia untuk membangun sistem pengelolaan sampah organik yang terintegrasi.

Baca Juga:  Tiorita Dorong UMKM Langkat Percepat Sertifikasi Halal untuk Naik Kelas

Sejumlah bank sampah yang telah bekerja sama dengan GNI juga akan dilibatkan. Melalui pola tersebut, pengumpulan, pemilahan hingga pengolahan sampah organik diharapkan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu metode yang dikembangkan adalah budidaya maggot. Hasil pengolahannya berpotensi dikembangkan menjadi produk yang menyasar kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Rencana pengembangan pasar luar negeri bahkan mencakup peluang pemasaran ke Korea Selatan melalui dukungan Good Neighbors Global Impact Foundation.

Tiorita Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Tiorita menyambut positif rencana kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis maggot dapat menjadi salah satu pendekatan yang menggabungkan kepentingan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program ini positif karena sampah tidak hanya dikurangi, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Dengan pengelolaan yang baik, sampah dapat menjadi sumber pendapatan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Tiorita.

Ia berharap kerja sama antara GNI, Project Wings Indonesia, Pemkab Langkat, bank sampah dan pemangku kepentingan lainnya dapat berjalan secara optimal serta berkelanjutan.

Baca Juga:  Perubahan APBD Langkat 2026 Capai Rp2,87 Triliun, Tiorita Dorong Program Pembangunan Lebih Optimal

Tiorita juga berharap Langkat dapat menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan pengelolaan sampah organik yang modern, produktif dan berorientasi pada ekonomi sirkular.

“Pemkab Langkat mendukung inovasi yang mampu menjaga lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita ingin sumber daya yang ada dimanfaatkan kembali secara berkelanjutan sehingga memberi manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan daerah,” katanya.

Melalui LIGAT, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada aktivitas pengumpulan dan pembuangan. Program tersebut diarahkan membentuk rantai nilai ekonomi yang melibatkan masyarakat, bank sampah, pelaku usaha, mitra dan pasar.

Jika dikembangkan secara konsisten, skema tersebut berpotensi membuka ruang pemberdayaan masyarakat sekaligus memperluas akses pemasaran produk hasil pengolahan sampah Langkat.

Dari sampah menjadi sumber daya, dari lingkungan yang terjaga menuju masyarakat yang semakin berdaya.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yaqub Didakwa Suap Ondim Rp1 Miliar demi Proyek di Langkat
Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat
Pergantian Direksi BUMD Langkat Mencuat, Ini Kata Orang Dalam
Langkat Ingin Naik Kelas, Tiorita Pelajari Tata Kelola Digital Pemkot Bandung
Sumur Minyak Langkat Jadi Perhatian Jakarta, Tiorita Temui Bahlil
Hutama Karya Bayar PBB-P2 Rp15,91 Miliar, Tiorita Dorong Kontribusi ke UMKM Langkat
Pertamina Bayar PBB-P2 Rp11,95 Miliar, Tiorita Apresiasi Kepatuhan Pajak
Uang Belanja Pemerintah Harus Berputar di Langkat, Tiorita Dorong UMKM Masuk E-Marketplace

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:45 WIB

Sampah Jadi Duit, Pemkab Langkat Dorong Budidaya Maggot Lewat Program LIGAT

Jumat, 18 September 2026 - 12:01 WIB

Yaqub Didakwa Suap Ondim Rp1 Miliar demi Proyek di Langkat

Kamis, 17 September 2026 - 22:11 WIB

Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat

Kamis, 17 September 2026 - 14:36 WIB

Pergantian Direksi BUMD Langkat Mencuat, Ini Kata Orang Dalam

Rabu, 16 September 2026 - 22:56 WIB

Langkat Ingin Naik Kelas, Tiorita Pelajari Tata Kelola Digital Pemkot Bandung

Terbaru

Berita

HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:46 WIB