Silsilah Keluarga Miftah Dibongkar Perangkat Desa: Bukan Keturunan Kiai Ageng Besari, tapi Ngusman

- Kontributor

Kamis, 12 Desember 2024 - 15:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

JAKARTA (Langkatoday)Ramai yang mempertanyakan silsilah keluarga Gus Miftah. Usai Gus Miftah jelaskan dirinya sebagai keturunan Kiai Hasan Besari atau Kiai Ageng Muhammad Besari, ulama besar dari Ponorogo.

Sontak, hal itu pun jadi sorotan publik, hal ini juga karena usai viralnya video Gus Miftah yang dianggap mengolok-olok pedagang es teh, Sunhaji.

Menyikapi klaim Gus Miftah, Perangkat Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Ponorogo, Muhammad Nur Hasyim mengatakan, nama asli bapak Miftah adalah Turut atau Murodi.

“Nama asli bapak Miftah adalah Turut atau Murodi. Beliau adalah warga asli Dusun Bantengan, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Ponorogo,” beber Hasyim, Senin (9/12).

“Pak Turut pernah mondok di Kediri. Kemungkinan di pondok dikasih nama Murodi. Sampai sekarang memakai nama Murodi. Setelah mondok itu, beliau transmigrasi ke Lampung,” lanjutnya menjelaskan.

Miftah sendiri, kata Hasyim, lahir di Lampung. Miftah merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Sedangkan kakeknya bernama Mbah Boniran.

Maka dari itu, Hasyim meragukan klaim Miftah yang mengaku keturunan dari Kiai Hasan Besari atau Kiai Ageng Muhammad Besari.

Hasyim lantas mengurut silsilah kakek buyut Miftah.

“Setahu saya bukan keturunan Kiai Ageng Muhammad Besari, karena Gus Miftah itu putra bapak Turut atau Murodi, bapaknya pak Turut itu Mbah Boniran,” jelas Hasyim.

Baca Juga:  Ngga Pernah Makan Nasi, Harta Elon Musk Tembus Rp 11.000 Triliun, Lebih Kaya dari Belgia!

Boniran sendiri, kata Hasyim, yakni putra dari Ngusman. Ngusman putra dari Jalal Iman. Jalal Iman putra dari Hasan Abdullah.

Kemudian, dijelaskannya, bahwa mereka semuanya tinggal di Dusun Bantengan, Desa Mojorejo, Kecamatan Jetis, Ponorogo.

“Setahu saya belum (bukan keturunan Tegalsari), dari versi lain bisa ditelusuri,” beber Hasyim.

Selain itu, Hasyim katakan, Gus Miftah pernah ke Mojorejo karena diundang mengisi pengajian tahun 2013 lalu. Sedangkan bapak dan adiknya yang sering ke Mojorejo untuk sambang dulur.

“Saat ini, di Mojorejo hanya tinggal budhenya Gus Miftah sama sepupunya. Keponakannya kerja di luar negeri semua,” pungkas Hasyim.

Senada dengan Hasyim, Nur Syahid, warga setempat juga membenarkan Turut atau Murodi, bapak Miftah masih sering ke Mojorejo. Nur sendiri mengaku masih satu buyut dengan bapaknya Miftah.

“Saya hubungannya dengan Turut (Murodi) ya satu buyut. Tapi ya Turut Nur Syahid. Miftah itu asalnya dari Bantengan, Mojorejo, Jetis, Ponorogo. Tapi Miftah lahir di Lampung karena bapaknya transmigrasi ke sana,” beber Nur.

Untuk diketahui, sebelumnya potongan video Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah yang menghina penjual es saat ceramah di Magelang.

Baca Juga:  Ricky Anthony Pimpin DPW KOMBAT Sumut: Fokus Pengabdian & Cetak Kader Berkualitas

Video ini menuai kontroversi di masyarakat, di mana banyak warganet yang mengecam aksi olok-olok tersebut.

Kejadian tersebut terjadi saat acara selawatan di Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang, pada Rabu (20/11).

Pada saat itu, penjual es teh bernama Sunhaji tengah menawarkan dagangannya kepada jemaah selawatan.

Dalam potongan video viral, awalnya Gus Miftah bertanya kepada Sunhaji.

“Es tehmu jik okeh ra? Masih, yo kono didol (Es teh kamu masih banyak atau tidak? Masih, ya sana dijual. Selanjutnya disensor),” ujar Gus Miftah dari atas panggung. Sontak para jemaah tertawa.

“Dol’en ndisik ngko lak rung payu, wis, takdir (kamu jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir),” beber Gus Miftah.

Usai videonya viral hingga mendapat respons negatif dari warganet, Gus Miftah akhirnya menemui langsung penjual es teh bernama Sunhaji tersebut.

Gus Miftah datang untuk meminta maaf kepada pria berusia 38 tahun ini. Setelah aksinya viral, Miftah didesak mundur sebagai Utusan Khusus Presiden bidang kerukunan umat beragama.

Setelah itu, barulah viral potongan video tentang Gus Miftah klaim keturunan dari Kiai Hasan Besari atau Kiai Ageng Muhammad Besari, ulama besar dari Ponorogo.

Sumber: tvone

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Kamis, 3 September 2026 - 10:56 WIB

Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa

Berita Terbaru