Sebelum Tewas Gantung Diri, Mahasiswi Unima Kirim Surat Pelecehan Oknum Dosen ke Dekan

- Kontributor

Kamis, 1 Januari 2026 - 21:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Manado, Langkatoday.com – Mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM diketahui sempat mengirimkan surat pengaduan dugaan pelecehan seksual kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) sebelum ditemukan tewas tergantung di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Surat tersebut ditulis tangan oleh korban dan bertanggal 16 Desember 2025, dengan perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan. Dalam surat itu, EMM mencantumkan identitas lengkapnya, mulai dari nama, nomor induk mahasiswa (NIM), program studi, fakultas, nomor telepon, hingga alamat email.

Ia juga menyebutkan nama terlapor yang merupakan seorang dosen berinisial DM.

“Dengan ini menyatakan bahwa saya mengajukan laporan terkait dengan tindak pelecehan,” tulis EMM dalam pembukaan suratnya.

Dalam isi surat, EMM menjelaskan kronologi dugaan pelecehan yang dialaminya pada 12 Desember 2025. Kejadian tersebut, menurut korban, pada 12 Desember 2025. Kejadian tersebut, menurut korban, bermula dari percakapan melalui aplikasi WhatsApp.

Dalam komunikasi itu, dosen DM disebut meminta korban untuk memijatnya dengan alasan kelelahan. Permintaan tersebut ditolak oleh korban.

Baca Juga:  Oknum Polisi Berwajah Lugu Ini Ternyata Pembunuh Sadis

Percakapan kemudian beralih pada pembahasan mengenai rekapan nilai perkuliahan yang sebenarnya telah selesai. Tak lama berselang, korban mengaku diajak naik ke mobil dosen DM. Di dalam mobil itulah, korban menyebut terjadi tindakan yang ia anggap sebagai pelecehan, hingga membuatnya menangis.

Pada bagian akhir surat, EMM mengungkapkan dampak psikologis yang ia alami setelah kejadian tersebut. Ia mengaku mengalami trauma, ketakutan, serta tekanan mental karena khawatir menjadi bahan pembicaraan orang lain.

“Dampak yang saya dapat adalah trauma dan ketakutan. Saya takut bila bertemu dengan dosen tersebut. Saya malu jika ada mahasiswa yang melihat saya naik atau turun dari mobilnya dan menjadi pembicaraan. Saya tertekan dengan masalah tersebut,” tulis korban.

Terkait surat pengaduan tersebut, awak media telah berupaya mengonfirmasi Dekan FIPP Unima, Aldjon Dapaw. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Sementara itu, EMM ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di kamar indekosnya di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, pada Selasa (30/12).

Baca Juga:  Panas! Buruh Eks PTPN2 Ultimatum Manajemen: Penuhi Tuntutan atau Kantor Direksi Diduduki

Kasat Reskrim Polres Tomohon, Iptu Royke Raymon Yafet Mantiri, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan olah TKP, korban diduga meninggal akibat gantung diri,” ujar Royke kepada wartawan, Rabu (31/12).

Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis juga membenarkan dugaan tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan tetap mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara kematian korban dengan dugaan pelecehan yang dilaporkan sebelumnya.

“Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pelecehan dan peristiwa meninggalnya korban,” kata Nur Kholis.

Ia menambahkan, pihak keluarga korban telah membuat laporan resmi ke SPKT Polda Sulawesi Utara, sehingga penanganan kasus selanjutnya berada dalam kewenangan Polda Sulut.

“Perkembangan terakhir, keluarga sudah 1melapor ke SPKT Polda Sulut. Penanganan lebih lanjut akan dilakukan di sana,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur
Pengacara Terdakwa Korupsi Samosir Desak Kejati Sumut Segera Tahan Mantan Pimpinan Bank Mandiri
Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Pegawai dan Keluarga PT Socfindo Ikuti Family Walk
Jokowi Akui Kerap Dicaci dan Difitnah: “Biasa dalam Politik, Tapi Mbok Ya Ojo Ngono”

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 03:54 WIB

Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Rabu, 2 September 2026 - 06:05 WIB

Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur

Berita Terbaru