Rupiah Kembali Terpukul, Jadi Mata Uang Asia Paling Melemah Hari Ini

- Pewarta

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada awal perdagangan pasar spot, Rabu (20/5). Mata uang Garuda dibuka melemah ke level Rp17.689 per dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi tersebut membuat rupiah turun sekitar 0,18 persen dibanding penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.706 per dolar AS.

Pelemahan itu sekaligus menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini.

Hingga pukul 09.45 WIB, mayoritas mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia tercatat ikut melemah sebesar 0,09 persen, disusul dolar Taiwan yang turun 0,07 persen serta baht Thailand yang terkoreksi 0,06 persen.

Won Korea Selatan juga tercatat melemah sekitar 0,04 persen terhadap dolar AS. Sementara dolar Hong Kong bergerak tipis dengan pelemahan sekitar 0,008 persen.

Di sisi lain, yen Jepang justru menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik sekitar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga:  Ini Jadwal Pengumuman Hasil Resmi Pilkada 2024

Selain itu, peso Filipina turut menguat sekitar 0,008 persen dan yuan China naik tipis sebesar 0,006 persen. Dolar Singapura juga tercatat bergerak stabil dengan kecenderungan menguat.

Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen global, termasuk penguatan dolar AS serta meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik dunia.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB