Purbaya Yudhi Sadewa: THR Dipotong Pajak Itu Wajar, Sistem Berlaku untuk Semua Penghasilan

- Pewarta

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadew saat dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI di Jakarta

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadew saat dalam rapat kerja dengan komisi XI DPR RI di Jakarta

Jakarta, Langkatoday.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keluhan sebagian pekerja terkait pemotongan pajak atas Tunjangan Hari Raya (THR). Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari sistem perpajakan yang berlaku untuk seluruh jenis penghasilan.

“Kalau protes soal THR dipotong pajak, protesnya ke bosnya. ASN saja bosnya pemerintah dan pajaknya ditanggung,” kata Purbaya saat berbincang dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (6/3).

Menurutnya, pemerintah menerapkan sistem pajak yang sama terhadap semua jenis pendapatan, termasuk THR. Karena itu, aturan tersebut tidak dapat diubah hanya untuk memenuhi keberatan dari kelompok tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah menjalankan sistem pajak yang cukup fair. Susah kalau peraturannya diubah hanya untuk memenuhi keinginan satu pihak saja,” ujarnya.

THR Termasuk Penghasilan Tidak Teratur

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa THR termasuk dalam kategori penghasilan tidak teratur yang diterima pekerja dalam satu tahun.

Karena itu, perlakuan pajaknya sama seperti jenis penghasilan lainnya.

“THR itu bagian dari pendapatan tidak teratur dalam setahun. Semua penghasilan memang dikenai pajak,” kata Bimo.

Ia menambahkan, pemotongan pajak juga berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, dan Polri. Perbedaannya, pajak atas THR mereka ditanggung pemerintah sehingga pegawai tetap menerima THR secara penuh.

Baca Juga:  Anggaran Makan Gratis Turun Drastis, Purbaya: Ini Perintah Presiden

“Kalau ASN, TNI, Polri juga dipotong pajak. Hanya saja karena dananya dari APBN, pajaknya ditanggung pemerintah,” jelasnya.

Menurut Bimo, dalam praktiknya sebagian perusahaan swasta juga menerapkan skema serupa dengan menanggung pajak karyawan. Dalam kondisi tersebut, pekerja tetap menerima THR secara utuh karena pajaknya dibayar oleh perusahaan.

Sistem TER Dinilai Memudahkan Wajib Pajak

Menanggapi kritik terhadap mekanisme tarif efektif rata-rata (TER), Bimo menilai sistem tersebut justru memberikan kemudahan bagi wajib pajak karena beban pajak dibagi lebih merata sepanjang tahun.

“Sebenarnya tidak ada masalah. Justru TER memudahkan wajib pajak karena beban pajaknya dibagi lebih merata setiap bulan,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Keuangan juga menambahkan bahwa pemerintah memberikan fasilitas pajak ditanggung pemerintah (DTP) untuk sejumlah sektor tertentu, termasuk bagi pekerja di beberapa perusahaan swasta.

Penyaluran THR ASN Sudah Rp3,1 Triliun

Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga melaporkan bahwa penyaluran THR Idul Fitri 1447 Hijriah bagi aparatur sipil negara telah mencapai Rp3,1 triliun hingga 6 Maret 2026.

“Sebagian sudah keluar sekarang. Mungkin seminggu ke depan selesai seluruhnya,” ujar Purbaya.

Rinciannya, sekitar Rp3 triliun telah dibayarkan kepada 631 ribu ASN pusat dari total sekitar 2,2 juta pegawai.

Baca Juga:  Bahlil Lahadalia Sengsarakan Rakyat

Sementara itu, penyaluran THR untuk ASN daerah baru mencapai Rp127,6 miliar yang diterima 16.848 pegawai dari tiga pemerintah daerah.

Adapun THR bagi pensiunan telah tersalurkan sebesar Rp11,4 triliun kepada 3.568.570 penerima, atau setara sekitar 93,5 persen dari total anggaran.

Total Anggaran THR ASN Rp55 Triliun

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR tahun 2026 bagi ASN, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), anggota TNI/Polri, serta pensiunan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan anggaran THR tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp49 triliun.

THR mulai dicairkan sejak 26 Februari 2026 dan ditargetkan paling lambat diterima H-7 sebelum Lebaran.

Airlangga merinci, THR ASN tahun ini akan diberikan kepada sekitar 2,4 juta ASN pusat serta TNI/Polri dengan total anggaran Rp22,2 triliun. Kemudian 4,3 juta ASN daerah menerima alokasi sekitar Rp20,2 triliun, sedangkan 3,8 juta pensiunan memperoleh sekitar Rp12,7 triliun.

Ia menegaskan komponen THR dibayarkan 100 persen penuh, meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, hingga tunjangan kinerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Airlangga juga menegaskan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13, yang biasanya dibayarkan pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juni.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB