Perbandingan Mencolok Harga Jual Beli Emas Antam: Yordania Lebih Menguntungkan Dibanding Indonesia?

- Pewarta

Kamis, 3 Juli 2025 - 19:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi
Ilustrasi/Langkatoday

JAKARTA (Langkatoday) – Sebuah postingan viral dari pengguna Threads bernama “ramadhanaila” baru-baru ini menyoroti perbedaan signifikan dalam spread (selisih harga jual dan beli) emas Antam dan PAMP antara Timur Tengah, khususnya Yordania, dan Indonesia.

Postingan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi dan keuntungan investasi emas di pasar domestik.

Menurut pengalaman yang dibagikan, penjualan emas 24 karat di Yordania menunjukkan selisih harga jual dan beli (buyback) yang jauh lebih kecil.

Emas dibeli kembali dengan harga 75 dinar per gram, dengan spread hanya 2 dinar atau sekitar Rp 50.000. Ini kontras dengan kondisi di Indonesia, di mana spread untuk emas Antam dilaporkan mencapai Rp 100.000-Rp 150.000 per gram, bahkan di toko emas bisa mencapai Rp 200.000-Rp 300.000 per gram.

Postingan tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari situs logammulia.com yang menampilkan grafik harga emas dan informasi harga buyback terakhir pada 2 Juli 2025 pukul 08:00:11 WIB sebesar Rp 1.175.000 dengan perubahan naik Rp 17.000.

Baca Juga:  BPJS PBI-JK Tiba-tiba Nonaktif? Tenang, Bukan Dicabut, Ini Rahasia Cara Mengaktifkannya Kembali!

Perbedaan spread yang mencolok ini memicu diskusi di kalangan investor emas dan memunculkan pertanyaan tentang kebijakan harga dan struktur pasar emas di Indonesia.

Pengguna “ramadhanaila” mengakhiri postingannya dengan menanyakan pengalaman serupa dari pengguna lain yang pernah menjual emas Antam di luar negeri, mengundang partisipasi untuk berbagi informasi.

Fenomena ini menarik perhatian pada faktor-faktor yang memengaruhi harga jual beli emas di berbagai negara dan implikasinya bagi keuntungan investor.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru