Penemuan Ladang Gas Raksasa di Laut Aceh: Blok South Andaman Diperkuat, Potensi Energi Nasional Melesat

- Kontributor

Selasa, 17 Juni 2025 - 16:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

BANDA ACEH (Langkatoday) Wilayah laut dalam Aceh kembali mencatat sejarah penting dalam sektor energi nasional. SKK Migas bersama Mubadala Energy, perusahaan energi global berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, mengumumkan penemuan cadangan gas jumbo dari sumur eksplorasi Tangkulo-1 di Blok South Andaman, yang terletak sekitar 65 kilometer dari lepas pantai utara Aceh.

Sumur laut dalam tersebut dibor hingga kedalaman 3.400 meter dengan kedalaman air 1.200 meter, dan telah menghasilkan aliran gas sebesar 47 juta standar kaki kubik per hari (mmscf/d) serta 1.300 barel kondensat. Berdasarkan hasil evaluasi, kapasitas maksimal sumur Tangkulo-1 diperkirakan dapat mencapai 80–100 mmscf/d gas dan lebih dari 2.000 barel kondensat per hari.

Ini menjadi penemuan penting kedua di wilayah Blok South Andaman, setelah sebelumnya sumur Layaran-1 juga menunjukkan hasil besar pada tahun 2024.

Kedua penemuan ini menegaskan posisi laut Aceh sebagai salah satu kawasan eksplorasi energi paling menjanjikan secara global.

“Penemuan ini berpotensi mengubah peta energi di Asia Tenggara, dan Blok South Andaman menjadi salah satu pusat eksplorasi gas terbesar dunia,” ujar CEO Mubadala Energy, Mansoor Mohammed Al Hamed, dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga:  Kadin Langkat dan BBPVP Medan Jalin Kerja Sama, Lahirkan Tenaga Kerja Vokasi Berkualitas

Aset Migas Strategis Aceh

Penemuan Tangkulo-1 menjadi sorotan karena berada di wilayah Aceh, provinsi yang memiliki kewenangan khusus dalam pengelolaan sumber daya alam berdasarkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Nomor 11 Tahun 2006. Hal ini memberikan ruang bagi Pemerintah Aceh untuk berperan aktif dalam pengelolaan migas, termasuk potensi bagi hasil yang dapat langsung berdampak pada pembangunan daerah.

Pakar kebijakan energi dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Teuku M. Daud, menilai bahwa temuan ini merupakan momentum besar bagi Aceh.

“Pemerintah Aceh harus mengambil posisi strategis agar pengelolaan dan manfaat dari ladang gas ini benar-benar memberi kontribusi terhadap perekonomian dan kemandirian energi Aceh,” ujarnya.

Peluang dan Tantangan Otonomi Energi

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menyatakan bahwa penemuan beruntun di laut Aceh menjadi sinyal kuat bagi investor global bahwa Indonesia, khususnya wilayah barat seperti Aceh, masih menyimpan potensi luar biasa.

“Ini bukti bahwa wilayah barat Indonesia masih sangat prospektif. Temuan ini akan mempercepat target produksi gas nasional dan memperkuat ekspor LNG ke kawasan Asia,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Aceh melalui Dinas ESDM Aceh menyambut positif kabar ini. Mereka mendorong agar pemerintah pusat membuka ruang koordinasi teknis agar mekanisme pembagian hasil dapat mengacu pada semangat UUPA.

Baca Juga:  517 Mahasiswa STKIP Al Maksum Langkat Siap Ikuti KKN 2025

“Aceh tidak hanya sebagai lokasi, tetapi juga harus menjadi pemilik kepentingan strategis. Sudah saatnya Aceh dilibatkan lebih aktif dalam pengambilan kebijakan energi nasional,” kata Kepala Dinas ESDM Aceh.

Peluang Ekonomi dan Kemandirian Energi Daerah

Dengan cadangan migas yang besar dan infrastruktur energi yang terus dikembangkan, Aceh berpotensi menjadi lokomotif energi untuk kawasan barat Indonesia, bahkan menjadi pusat LNG yang strategis.

Selain peluang fiskal dari dana bagi hasil migas (DBH), pengembangan kawasan industri berbasis gas di Aceh juga dinilai akan mendorong pembukaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta penguatan posisi Aceh dalam ekonomi energi nasional.

Namun, di sisi lain, para pemangku kepentingan juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan dan ekosistem laut dalam Aceh yang menjadi lokasi eksplorasi. Diperlukan pengawasan ketat dan evaluasi dampak lingkungan dalam proses pengembangan lapangan gas ini.

Penemuan ini menjadi bukti bahwa Aceh tidak hanya kaya sejarah, tetapi juga kaya sumber daya energi strategis. Bila dikelola dengan cermat, ladang gas Tangkulo-1 dan sekitarnya bisa menjadi tonggak kemandirian energi dan kesejahteraan rakyat Aceh ke depan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Berita Terbaru