Parit Komplek Pemda Stabat Diduga Tercemar Limbah MBG, Air Berminyak dan Bau Menyengat Bikin Warga Resah

- Kontributor

Kamis, 16 April 2026 - 10:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Dugaan pencemaran lingkungan akibat limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kwala Bingai Stabat 1, Kabupaten Langkat, menuai keluhan warga.

Berdasarkan video yang diterima awak media, kondisi parit di kawasan Parit I, Komplek Pemda Stabat tampak memprihatinkan. Air terlihat keruh keabu-abuan dengan lapisan menyerupai minyak di permukaan. Selain itu, terdapat endapan yang diduga berasal dari limbah dapur seperti lemak dan sisa sabun.

Aliran air di parit tersebut juga terlihat tidak normal dan cenderung menggenang. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya pembuangan limbah domestik yang tidak dikelola dengan baik.

Warga setempat mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak dapur MBG, namun hingga kini belum ada perubahan signifikan. Bau menyengat dari parit disebut semakin mengganggu, bahkan dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit.

Baca Juga:  Bank Dunia Konfirmasi: Data Kemiskinan RI Bersumber dari SUSENAS BPS, tapi Metode Pengukuran Berbeda

Salah satu warga juga mengeluhkan halaman rumahnya menjadi kotor setelah diduga pekerja mengorek parit dan membuang limbah ke area depan rumahnya. Protes telah disampaikan langsung kepada pihak pengelola, namun disebut belum membuahkan hasil maksimal.

Menariknya, di kawasan yang sama terdapat dua dapur SPPG lain yang juga beroperasi, namun tidak menimbulkan dampak pencemaran serupa. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait standar pengelolaan limbah di masing-masing dapur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Kwala Bingai Stabat, Fitra Matori, menyatakan pihaknya akan segera melakukan perbaikan.

Baca Juga:  Harga Emas Naik 'Gila-gilaan' Hampir Rp 1,9 Juta per Gram

“Segera kita perbaiki dan kita tindak lanjuti pak,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (15/4).

Warga berharap komitmen tersebut benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat, mengingat kondisi parit yang sebelumnya bersih kini telah tercemar dan tidak lagi mendukung ekosistem seperti ikan yang dulu sempat hidup di dalamnya.

Masyarakat juga meminta adanya perhatian dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk melakukan pengecekan dan memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai standar agar tidak merugikan lingkungan dan kesehatan warga.

 

View this post on Instagram

 

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Kamis, 3 September 2026 - 10:56 WIB

Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa

Berita Terbaru