Mubes PB HIMALA Indonesia ke-VIII di Langkat Ricuh, SK Komisariat Jadi Polemik

- Pewarta

Rabu, 27 Agustus 2025 - 05:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT (Langkatoday) – Musyawarah Besar (Mubes) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Langkat (PB HIMALA) Indonesia ke-VIII yang berlangsung di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, Selasa (26/8/2025), berakhir ricuh. Sejumlah pengurus menilai forum tersebut cacat organisasi akibat dugaan penerbitan Surat Keputusan (SK) komisariat yang dianggap tidak sah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris PB HIMALA Indonesia, Wahyu Ridhoni, mengungkapkan terdapat sembilan SK komisariat diterbitkan tanpa prosedur organisasi dan tanpa tanda tangannya. Ia menuding Ketua PB HIMALA, Wahyu Hidayah, melakukan rekayasa penerbitan SK secara sepihak.

Baca Juga:  RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal

“Ada 9 SK pengurus komisariat diterbitkan tanpa mekanisme organisasi, terlebih tanpa tanda tangan saya selaku sekretaris PB HIMALA Indonesia,” kata Ridhoni.

Ketidakhadiran Ketua PB HIMALA pada pembukaan Mubes turut memicu kekecewaan sejumlah pengurus cabang dan komisariat. Mereka kemudian sepakat menolak pelaksanaan Mubes ke-VIII serta meminta Ketua Dewan Pembina HIMALA, Syah Afandin yang juga Bupati Langkat, tidak mengakui hasil forum tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua PB HIMALA Indonesia, Wahyu Hidayah, menegaskan penerbitan SK komisariat sudah sesuai mekanisme. Menurutnya, setiap mahasiswa asal Langkat berhak mendirikan komisariat HIMALA, baik di kampus dalam maupun luar daerah.

Baca Juga:  ASN di Humbahas jadi Tersangka <i>Pemain</i> Politik Uang

“Penerbitan SK komisariat telah melalui mekanisme konsolidasi dan pembentukan. Landasan organisasi HIMALA adalah kekeluargaan, artinya setiap anak Langkat berhak mendirikan HIMALA di kampusnya,” ujarnya.

Wahyu juga menyatakan keputusan ketua umum merupakan mandat tertinggi dalam organisasi. Ia menepis tudingan cacat organisasi dengan menyebut Mubes ke-VIII tetap berjalan didukung 13 dari 15 komisariat yang ada.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!
Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik

Terbaru