Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

- Pewarta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan dirinya tidak ingin kembali berpindah partai politik setelah bergabung dengan Partai Gerindra.

Pernyataan itu disampaikan Bobby saat menghadiri Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra Sumatera Utara di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (3/10).

Di hadapan kader Gerindra, Bobby menyebut dirinya telah menemukan tempat yang tepat untuk melanjutkan perjalanan politiknya. Ia bahkan menegaskan kepindahannya ke Gerindra menjadi pengalaman terakhirnya berpindah partai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah jalan saya, yang menurut saya cukup sekali pindah partai. Biarlah saya di Partai Gerindra,” ujar Bobby.

Pernah Menjadi Kader PDIP

Sebelum bergabung dengan Gerindra, Bobby merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP). Ia maju dalam Pilkada Medan 2020 melalui PDIP dan kemudian menjabat sebagai Wali Kota Medan.

Hubungan politik Bobby dengan PDIP kemudian berakhir. Bobby menyebut dirinya diberhentikan dari partai tersebut setelah terjadi perbedaan sikap politik, termasuk dalam Pilpres 2024.

Baca Juga:  Nama Ade Jona Prasetyo Muncul di Sidang Korupsi Kereta Api Medan, Diduga Terkait Aliran Dana

Saat Pilpres 2024, Bobby menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sementara PDIP mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Bobby kemudian bergabung dengan Gerindra pada 2024.

“Sebelumnya saya pernah di sebuah partai lain. Beberapa tahun saya di partai sebelumnya, saya dipecat, diberhentikan,” kata Bobby.

Mengaku Diterima Gerindra

Bobby mengatakan dirinya sempat merasakan kegundahan setelah tidak lagi menjadi bagian dari partai sebelumnya. Namun, situasi tersebut berubah ketika Gerindra membuka pintu bagi dirinya.

Menurut Bobby, sikap terbuka para kader Gerindra membuatnya merasa diterima dan menemukan tempat baru dalam perjalanan politiknya.

“Namun yang membuat saya tenang, saat itu saya melihat kader dan Partai Gerindra membuka tangan selebarnya buat saya,” ujarnya.

Bobby juga menyebut Gerindra sebagai wadah yang tepat untuk memperjuangkan cita-cita bangsa. Ia mengajak kader di Sumatera Utara ikut membesarkan partai tersebut.

“Gerindra adalah rumah yang pantas dan tepat untuk kita mencapai cita-cita bangsa Indonesia,” kata Bobby.

Baca Juga:  Tanggapi Ajuan Kasasi Pemda Langkat, LBH Medan: Hanya Menjaga Marwah Bukan Keadilan

Minta Kader Kawal Program Prabowo

Selain berbicara mengenai perjalanan politiknya, Bobby meminta kader Gerindra di Sumatera Utara ikut mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai program pemerintah perlu dikawal hingga tingkat masyarakat bawah agar manfaatnya benar-benar dirasakan.

“Kami dan kita semua, titip untuk jaga bukan hanya nama baik partai tetapi juga program-program Pak Presiden. Program-program Pak Presiden sangat berdampak kepada masyarakat bawah yaitu untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Bobby.

Bobby juga mengusulkan agar kepala daerah yang merupakan kader Gerindra rutin berkonsolidasi. Menurutnya, pertemuan tersebut dapat menjadi sarana menyampaikan program pemerintah hingga ke tingkat masyarakat.

Meski kini menjabat sebagai gubernur dan telah menjadi kader Gerindra, Bobby mengaku masih merasa sebagai kader baru. Ia bahkan mengatakan seharusnya dirinya berada di barisan peserta diklat, bukan berdiri di podium memberikan sambutan.

Editor : Fadli

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dulu Kerap Kritik Pemerintah, Kini Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gua Menolak Apa?
Rocky Gerung Dilantik Jadi Anggota Wantimpres, Tunduk Hormat kepada Prabowo
Buni Yani: Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran
Tiorita Terima Silaturahmi PKS Langkat, Komunikasi Politik dan Pemerintahan Diperkuat
Rocky Gerung Soroti Gugatan Gibran di MK: Jika Dikabulkan, Bisa Picu Krisis Politik
Prof Jimly: Kalau Mau Berhentiin Gibran Sekarang, Ya Bisa dan Gampang Sekali…
Awal Oktober Gibran Berpotensi Berhenti Jadi Wapres
Raja Juli Sebut Gugatan Syarat Pendidikan Gibran sebagai “Manuver Politik Tak Beradab”

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution Kini Tegaskan Bertahan di Gerindra

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Dulu Kerap Kritik Pemerintah, Kini Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gua Menolak Apa?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:12 WIB

Rocky Gerung Dilantik Jadi Anggota Wantimpres, Tunduk Hormat kepada Prabowo

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Buni Yani: Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Rabu, 30 September 2026 - 05:00 WIB

Tiorita Terima Silaturahmi PKS Langkat, Komunikasi Politik dan Pemerintahan Diperkuat

Terbaru