Kisah Bayi Kembar Lahir di Ambulans Saat Langkat Dikepung Banjir

- Kontributor

Senin, 22 Desember 2025 - 21:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday.com – Di tengah kepungan banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sebuah kisah perjuangan hidup lahir dari situasi paling genting.

Rajula (38), warga Langkat yang tengah mengandung bayi kembar, harus mempertaruhkan nyawanya saat proses persalinan berlangsung di tengah kondisi darurat, bahkan sebelum tiba di rumah sakit tujuan.

Peristiwa itu terjadi pada 29 November 2025, beberapa hari setelah banjir dan longsor melumpuhkan berbagai fasilitas publik di Langkat.

Rajula saat itu dirawat di RSUD Tanjung Pura, namun rumah sakit tersebut menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak banjir sehingga tidak mampu memberikan layanan persalinan.

Situasi semakin sulit karena mobil ambulans RSUD Tanjung Pura tidak dapat digunakan, sementara akses jalan di sekitar rumah sakit juga terendam banjir.

Rumah Sakit Terendam, Jalan Terputus

Dalam kondisi darurat itu, pihak RSUD Tanjung Pura menghubungi Puskesmas Stabat Lama untuk meminta bantuan evakuasi pasien.

“Pada saat bencana banjir kemarin, ada ibu hamil di RSUD Tanjung Pura. Karena rumah sakit terdampak banjir, mereka tidak bisa memberikan pelayanan persalinan,” ujar dokter umum Puskesmas Stabat Lama, Afriza Amelia, dalam wawancara dengan Kementerian Kesehatan, dikutip Senin (22/12).

Baca Juga:  Microsoft meluncurkan AI chatbot ke aplikasi Bing di iPhone dan Android

Afriza menjelaskan, ambulans dari rumah sakit lain yang semula akan menjemput Rajula juga tak bisa melintas akibat banjir.

“Jadi dari sana menghubungi kami di Puskesmas Stabat Lama untuk membantu mengevakuasi ibu hamil tersebut,” katanya.

Evakuasi Darurat Menuju RS Putri Bidadari

Tanpa menunggu lama, tim Puskesmas Stabat Lama bergerak. Afriza menjadi salah satu tenaga medis yang ditugaskan mengawal Rajula menggunakan ambulans puskesmas menuju RS Putri Bidadari, rumah sakit yang tidak terdampak banjir dan masih beroperasi normal.

Namun perjalanan itu berubah menjadi perjuangan hidup dan mati.

Menurut Afriza, Rajula sudah mengalami kontraksi panjang dengan intensitas kuat. Kondisi jalan yang sulit dan waktu tempuh yang semakin menekan membuat persalinan tak bisa lagi ditunda.

Bayi Kembar Lahir di Dalam Ambulans

Sebelum ambulans tiba di RS Putri Bidadari, Rajula akhirnya melahirkan di dalam ambulans.

“Ibunya mungkin sudah tidak tahan karena kontraksi di jalan, akhirnya melahirkan di dalam ambulans. Kebetulan saya ada di situ,” tutur Afriza.

Baca Juga:  Debit Air Sungai Wampu Terus Naik, Warga Stabat–Hinai–Secanggang Diminta Bersiap Hadapi Potensi Banjir

Di ruang sempit kendaraan darurat itu, dengan keterbatasan alat medis dan di tengah kepanikan situasi bencana, Afriza membantu proses persalinan Rajula.

Tangis bayi pun pecah dua kali.

Dua bayi perempuan kembar lahir dengan selamat. Mereka diberi nama Hana dan Hani. Hana lahir dengan berat 2,3 kilogram, sementara Hani 2,1 kilogram.

“Anaknya kembar. Ibunya sehat, anaknya juga sehat,” kata Afriza.

Harapan yang Lahir di Tengah Krisis

Kelahiran Hana dan Hani menjadi secercah harapan di tengah krisis yang melanda Langkat. Di saat rumah sakit terendam, jalan terputus, dan sistem layanan kesehatan terguncang, dedikasi tenaga medis menjadi benteng terakhir penyelamat nyawa.

Kisah Rajula bukan sekadar cerita kelahiran. Ia adalah potret ketahanan seorang ibu, ketangguhan tenaga kesehatan, dan realitas rapuhnya sistem layanan publik saat bencana.

Di tengah banjir besar yang merenggut banyak hal, dua nyawa baru lahir mengajarkan bahwa harapan bisa datang bahkan dari dalam sebuah ambulans yang terjebak bencana.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Kamis, 3 September 2026 - 10:56 WIB

Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa

Berita Terbaru