India Dicap “Pengkhianat” Usai AS Tenggelamkan Kapal Fregat Iran di Lepas Pantai Sri Lanka

- Kontributor

Jumat, 6 Maret 2026 - 21:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Insiden penenggelaman fregat milik Angkatan Laut Iran, IRIS Dena, oleh kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia, sekitar 75 km lepas pantai selatan Sri Lanka, pada Rabu (4/3) pagi, memicu gelombang kecaman keras terhadap India. Banyak pihak, termasuk netizen, media sosial, dan beberapa kalangan di Iran, menuding New Delhi sebagai “pengkhianat” karena kapal tersebut baru saja menjadi tamu Angkatan Laut India dalam latihan multilateral.

Menurut konfirmasi resmi dari Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, sebuah kapal selam serang bertenaga nuklir AS menembakkan torpedo berat Mark 48 ke fregat kelas Moudge IRIS Dena. Hegseth menyebut serangan itu sebagai “kematian senyap” dan menjadi penenggelaman pertama kapal musuh oleh torpedo AS sejak Perang Dunia II. Rekaman video serangan tersebut telah dirilis oleh Departemen Pertahanan AS.

IRIS Dena, yang membawa sekitar 130–180 awak, tenggelam setelah mengikuti latihan MILAN 2026 di Teluk Benggala, Visakhapatnam, India, pada akhir Februari 2026. Kapal tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke Iran ketika mendapat serangan di perairan internasional. Angkatan Laut Sri Lanka yang merespons panggilan darurat berhasil menyelamatkan 32 pelaut, sementara 87 jenazah telah ditemukan hingga Kamis pagi, dan lebih dari 100 lainnya masih dinyatakan hilang.

Baca Juga:  Prabowo Putuskan Empat Pulau Sengketa Resmi Milik Aceh

Iran langsung mengecam keras aksi AS. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebutnya sebagai “kekejaman di laut” dan menegaskan bahwa fregat tersebut “diserang tanpa peringatan di perairan internasional, sekitar 2.000 mil dari pantai Iran”. Ia juga menyoroti fakta bahwa IRIS Dena baru saja menjadi “tamu Angkatan Laut India”.

Kecaman paling keras justru tertuju pada India. Di media sosial, terutama di platform X dan Instagram, tagar seperti #IndiaBetrayal dan #PengkhianatIndia ramai digunakan. Banyak netizen menuding bahwa India telah memberikan informasi intelijen kepada AS mengenai rute dan posisi kapal Iran, sehingga memudahkan serangan. Beberapa akun bahkan menyebut insiden ini sebagai “pengkhianatan tingkat rendah yang keji” karena India mengundang kapal Iran sebagai tamu, lalu “membiarkannya dibantai di dekat wilayahnya sendiri”.

Duta Besar Iran untuk India dilaporkan menyatakan kekecewaannya karena pemerintah Modi “tidak memberikan sepatah kata pun” atau komunikasi resmi pasca-insiden. “Kapal kami dijamu, diparadekan, lalu dibunuh di perairan dekat India. Tidak ada pesan dari New Delhi. Ini perbudakan modern kepada Washington,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga:  Nama Ade Jona Prasetyo Muncul di Sidang Korupsi Kereta Api Medan, Diduga Terkait Aliran Dana

Oposisi di India, termasuk juru bicara Kongres Jairam Ramesh, juga mengecam keras. Ia menyebut kejadian ini sebagai “pengkhianatan terhadap nilai dan kepentingan nasional India”. Beberapa analis menilai posisi India kini sangat dilematis: di satu sisi menjalin hubungan erat dengan AS dan Israel di tengah konflik Timur Tengah yang memanas, di sisi lain kehilangan kepercayaan dari Iran—mitra penting dalam perdagangan minyak dan proyek Chabahar.

Pemerintah India hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan pengkhianatan tersebut. Kementerian Luar Negeri India hanya menyatakan “menyesali hilangnya nyawa” dan mendukung upaya pencarian serta penyelamatan oleh Sri Lanka.

Insiden ini semakin memperluas zona konflik AS-Israel melawan Iran ke Samudra Hindia, jauh dari Timur Tengah. Sri Lanka sendiri menuntut penjelasan penuh dan menegaskan bahwa perairan internasional di dekatnya tidak boleh menjadi arena perang.

Peristiwa penenggelaman IRIS Dena diprediksi akan semakin memperkeruh hubungan India-Iran dan memicu perdebatan panjang tentang netralitas serta komitmen India di kawasan Indo-Pasifik yang semakin tegang

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas
RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:42 WIB

Momen Wakil DPRD Langkat Ajai Ismail Tepuk Meja Saat RDP, Suasana Memanas

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:02 WIB

RDP DPRD Langkat Memanas, HIMMAH Soroti Arogansi dan Krisis Kemandirian Fiskal

Berita Terbaru