Inalum di Pusaran Polemik: Dari Dugaan Korupsi Hingga Konflik Lahan dan Limbah di Batu Bara

- Kontributor

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Batu Bara, Langkatoday.com – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), perusahaan BUMN kebanggaan Sumatera Utara yang berpusat di Kuala Tanjung, kini tengah diterpa gelombang isu miring. Selain dibayang-bayangi dugaan kasus korupsi, raksasa aluminium ini juga menghadapi protes keras dari masyarakat terkait operasional perusahaan yang dinilai merugikan warga sekitar.

Tiga persoalan utama kini menjadi sorotan publik: sengketa lahan jaringan transmisi, dampak lingkungan akibat limbah karbon, hingga tersingkirnya pengusaha lokal dalam skema kemitraan.

Warga Desa Kuala Indah Tagih Kepastian Lahan

Keberadaan jaringan transmisi PT Inalum yang melintasi lahan warga di Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, memicu keresahan. Sejumlah pemilik lahan mengaku hingga saat ini belum mendapatkan informasi resmi maupun mekanisme kompensasi yang jelas dari pihak perusahaan.

Baca Juga:  Uang Koruptor Jadi Smartboard: Solusi atau Gimmick Digitalisasi Sekolah?

“Seharusnya ada kesepakatan yang jelas, termasuk kompensasi yang adil. Kami masih menunggu penjelasan resmi dari perusahaan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Isu Lingkungan dan Nasib Nelayan Lokal

Tak hanya masalah lahan, aktivitas penimbunan limbah karbon berupa anoda dan katoda diduga mulai berdampak pada kualitas udara dan ekosistem laut. Nelayan lokal mengeluhkan penurunan hasil tangkapan sejak aktivitas tersebut meningkat. Kekhawatiran akan gangguan kesehatan dan kerusakan lingkungan jangka panjang kini menghantui masyarakat di wilayah operasional Inalum.

Pengusaha Lokal Merasa Terpinggirkan

Dalam aspek kemitraan, muncul tudingan adanya tumpang tindih peran yang merugikan pengusaha daerah. Kehadiran anak perusahaan PT Inalum, yakni PT Sinergi Mitra Lestari Indonesia (PT SMLI), disebut-sebut mendominasi pengelolaan material sisa produksi yang seharusnya melibatkan dan memberi manfaat bagi pengusaha lokal di Batu Bara.

Baca Juga:  Sambut Ribuan Atlet Dunia, Imigrasi Sumut Siapkan Konter Khusus di Kualanamu untuk Trail of The Kings

Pihak Inalum Masih Bungkam

Guna menjaga keberimbangan informasi, tim redaksi telah berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak manajemen. Namun, hingga berita ini diturunkan, Corporate Secretary PT Inalum, Mahyaruddin Ende, belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait isu kemitraan, pengelolaan lingkungan, maupun kejelasan sengketa lahan transmisi tersebut.

Publik dan pengamat industri mendesak PT Inalum untuk segera memberikan penjelasan transparan guna memastikan etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan berjalan selaras dengan aturan hukum yang berlaku.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi
8 Bulan Mobil Dinas Tak Terlihat, Ketua KPU Langkat Diberhentikan Sementara
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur
Pengacara Terdakwa Korupsi Samosir Desak Kejati Sumut Segera Tahan Mantan Pimpinan Bank Mandiri

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 03:54 WIB

Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Rabu, 2 September 2026 - 06:05 WIB

Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Berita Terbaru