HUT Langkat Ke 275 Tahun, Negeri Bertuah atau Negeri Koruptor?

- Pewarta

Rabu, 15 Januari 2025 - 12:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Oleh: M. Darwis Sinulingga
Wartawan Senior Kabupaten Langkat

STABAT (Langkatoday) – Langkat, sebuah Kabupaten dengan sejarah panjang yang mewarisi gelar “negeri bertuah” kini terancam kehilangan martabatnya. Dalam ingar-bingar perayaan hari jadinya yang ke-275, bayangan gelap korupsi kembali menodai lembaran sejarahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Puluhan pejabat telah ditangkap, ratusan juta uang rakyat digelapkan, dan sistem birokrasi terus terjebak dalam lingkaran loyalitas buta yang mengorbankan moralitas. Pertanyaannya, masih pantaskah Langkat menyandang predikat negeri bertuah jika korupsi, ketidakadilan, dan penyakit masyarakat terus menjamur?

Apakah para tokoh yang semestinya menjadi teladan kini justru menjadi bagian dari masalah? Saat kita menoleh pada sejarah dan menatap masa depan, jawabannya harus ditemukan bersama, sebelum Langkat kehilangan berkahnya untuk selamanya.

Kabupaten Langkat, daerah dengan sejarah panjang dan kekayaan alam yang melimpah, kini berada dalam fase penuh tantangan. Pemilihan kepala daerah pada 27 November 2024 lalu menjadi momen krusial bagi masyarakat untuk menentukan arah baru. Namun, perjalanan menuju dan pasca-pemilu ini justru diwarnai berbagai prahara yang mengguncang kepercayaan publik.

Hari jadi Kabupaten Langkat yang ke-275 pada 17 Januari 2025 seharusnya menjadi tonggak kebanggaan. Ratusan tenda putih abu-abu berjajar di lapangan Alun-Alun Stabat, dirancang untuk menampilkan produk lokal sebagai simbol kreativitas masyarakat. Namun, hujan yang turun tanpa henti mengubah lapangan menjadi genangan air, menyisakan nuansa kelabu di tengah perayaan.

Baca Juga:  Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan

Sayangnya, hujan ini seakan mencerminkan persoalan yang lebih besar: bagaimana Langkat terus diterpa badai korupsi dan lemahnya tata kelola pemerintahan. Kasus dugaan korupsi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hanyalah salah satu dari rangkaian panjang kasus serupa.

Lima tersangka telah ditetapkan, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Langkat. Tidak berhenti di sana, Kejaksaan Negeri Langkat juga menahan Wakil Bendahara KONI atas dugaan korupsi dana tahun 2021-2023 dengan kerugian hampir Rp700 juta.

Ironisnya, kasus ini bukan yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan pejabat di Langkat telah ditangkap karena korupsi. Pertanyaannya: masih bertuahkah negeri ini? Masih religiuskah para tokohnya? Korupsi dan penyakit masyarakat yang menjamur di sana-sini membuat kita merenung, masih yakinkah kita bahwa berkah dari Yang Kuasa masih akan turun untuk Langkat?

Para pelaku korupsi bukanlah orang-orang tanpa pendidikan. Mereka adalah individu pintar yang seharusnya memahami etika dan moral. Namun, mereka terjebak dalam sistem yang mungkin mendorong mereka untuk melakukan hal salah demi loyalitas kepada atasan.

Baca Juga:  Langkat Membangun dari Desa: Akankah 5 Sarjana Jadi Kunci?

Sistem ini menciptakan budaya birokrasi yang lebih mementingkan kepatuhan daripada integritas, dan hasilnya adalah penghancuran nilai-nilai religius yang menjadi ciri khas masyarakat Langkat.

Hari jadi Langkat yang ke-275 harus menjadi momentum refleksi mendalam. Pemimpin baru Langkat tidak hanya dituntut untuk menegakkan hukum terhadap korupsi, tetapi juga membangun kembali nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah masyarakat.

Langkah ini harus dimulai dari reformasi birokrasi yang transparan, menciptakan budaya kerja yang profesional, serta memberikan teladan kepemimpinan yang bersih dan adil.

Jika Langkat ingin tetap menjadi negeri bertuah, kita semua harus berperan aktif dalam menciptakan perubahan. Menghilangkan korupsi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat yang harus berani bersuara dan menolak praktik-praktik kotor.

Karena tanpa moralitas yang kuat, kepercayaan kepada pemimpin, dan solidaritas masyarakat, Langkat hanya akan terus terperosok dalam lubang gelap korupsi dan degradasi nilai-nilai luhur.

Masa depan Langkat ada di tangan kita semua. Masih ada harapan, tetapi harapan itu hanya akan menjadi kenyataan jika kita bersama-sama bangkit, meninggalkan budaya korupsi, dan kembali kepada nilai-nilai agama, kejujuran, serta kerja keras. Mari jadikan momen ini sebagai awal dari perubahan yang sesungguhnya, demi Langkat yang adil, bersih, dan penuh berkah. (**)

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun
“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat
Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah
Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja
Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU
Alun-Alun Stabat yang Berubah Jadi Kolam, Cermin Buram Tata Kota Langkat
Ketika Wakil Rakyat Lupa Menjadi Teladan
Dulu Dicopot Karena Tahanan Kabur, Kini Kapolres Langkat Dituding Tutup Mata atas Skandal Besar!

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 06:45 WIB

Perlahan Tapi Pasti, Langkat Tunjukkan Tren Positif dari Tahun ke Tahun

Kamis, 9 April 2026 - 09:28 WIB

“Seikhlasnya, Tapi Ada Tarifnya”, Kisah Receh dari Puskesmas Stabat

Kamis, 4 Desember 2025 - 21:33 WIB

Tanggap Darurat Diperpanjang, Wakil Rakyat Justru Mengungsi ke Luar Daerah

Kamis, 4 Desember 2025 - 14:10 WIB

Tak Punya Empati! Banjir Belum Surut, Mayoritas Anggota DPRD Langkat Pergi Kunjungan Kerja

Sabtu, 22 November 2025 - 17:28 WIB

Hampir Seluruh Nahdliyin Sepakat Gus Yahya Diberhetikan sebagai Ketum PBNU

Terbaru

Nasional

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Okt 2026 - 14:00 WIB

Nasional

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Senin, 19 Okt 2026 - 13:53 WIB

Sajian Khusus

33 Ribu Orang Menganggur di Langkat, Lulusan SMA Terbesar

Minggu, 18 Okt 2026 - 08:50 WIB