Hotline Tak Ada, Informasi Gelap! BPBD Langkat Disebut Gagal Total Tangani Banjir

- Kontributor

Jumat, 28 November 2025 - 23:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

STABAT, LANGKATODAY – Pengamat Sosial Lawan Institute, Abdul Rahim, menyoroti lemahnya koordinasi pemerintah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, dalam menangani banjir besar yang melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Rahim mengatakan, meski air di beberapa wilayah mulai surut sementara di titik lain justru semakin tinggi, masih banyak warga yang belum dievakuasi ataupun memperoleh bantuan logistik serta layanan kesehatan memadai.

“Seharusnya BPBD Langkat bekerja sama dengan Dinas Kominfo, TNI-Polri membuka posko pengaduan berbasis publik dengan menyebarkan nomor handphone,” ujar Rahim, Jumat (28/11) malam.

Ia menjelaskan, informasi dari masyarakat semestinya bisa segera diteruskan ke pihak kecamatan, lalu disampaikan kepada Tim SAR dan perangkat desa untuk percepatan evakuasi.

Baca Juga:  Pascabanjir, Warga Tanjung Pura Dikepung Sampah dan Bau Busuk, Kemana Pemkab Langkat?

“Perangkat desa dan kadus mengetahui lokasi korban, sehingga koordinasinya akan lebih cepat,” tambahnya.

Rahim juga menyayangkan sulitnya menghubungi Kepala BPBD Langkat.

“Saya dengar dari wartawan, mereka kesulitan mendapatkan informasi dari BPBD. Seharusnya BPBD membuka hotline seperti di Kota Medan yang berkolaborasi dengan pemerintah, TNI, dan Polri dalam mengevakuasi korban banjir,” ujarnya.

Jika personel evakuasi di Langkat kurang, menurut Rahim, pemerintah daerah dapat meminta bantuan TNI AD, AL, hingga Marinir untuk memperkuat operasi penyelamatan. Ia juga menyoroti absennya hotline terpadu dari desa hingga kabupaten yang seharusnya aktif 24 jam.

Baca Juga:  Longsor di Sibolangit, 7 Orang Meninggal dan 20 Luka Ringan

“Di era digital, hotline pengaduan banjir harusnya terhubung langsung dengan perangkat desa, kecamatan, BPBD, TNI, dan Polri,” tegasnya.

Rahim menyebut banyak warga mengaku tidak tahu harus menghubungi siapa saat air mulai naik. Kondisi ini menyebabkan sejumlah warga masih terjebak, sementara sebagian lainnya bertahan di tenda sementara tanpa suplai makanan, air bersih, atau selimut.

Di sisi lain, sejumlah wartawan di Langkat juga telah berulang kali mencoba menghubungi Kepala Pelaksana BPBD Langkat, Muhammad Ansyari, untuk meminta data terbaru terkait banjir. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum merespons.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Berita Terbaru