Hati-Hati, Semua Transaksi Digital Akan Terekam! BI Luncurkan Payment ID Berbasis NIK Mulai 17 Agustus

- Kontributor

Selasa, 5 Agustus 2025 - 06:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday – Bank Indonesia (BI) bersiap meluncurkan sistem identitas transaksi digital terbaru bernama Payment ID pada 17 Agustus 2025. Sistem ini akan mengintegrasikan seluruh aktivitas keuangan digital masyarakat ke dalam satu identitas berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Payment ID dirancang bukan sekadar sebagai alat identifikasi, tapi juga akan menjadi perekam rinci semua transaksi digital masyarakat—mulai dari transfer bank, dompet digital, belanja online, hingga pinjaman berbasis aplikasi.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dicky Kartikoyono, menyebut tahap awal peluncuran Payment ID akan difokuskan untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) non tunai, agar lebih akurat dan tepat sasaran.

“Saat ini Payment ID masih dalam tahap eksperimen. Peluncuran resminya dimulai pada 17 Agustus untuk kebutuhan penyaluran bansos,” jelas Dicky, Senin (4/8/2025).

Terhubung Langsung ke NIK, Transaksi Bisa Dilacak Menyeluruh

Payment ID akan bertindak sebagai kode unik yang menghubungkan identitas seseorang dengan seluruh riwayat transaksi digitalnya. Sistem ini memiliki tiga fungsi utama:

  1. Identifikasi profil pelaku transaksi
  2. Otentikasi data dalam setiap proses pembayaran
  3. Merekam seluruh aktivitas keuangan digital
Baca Juga:  KUR Dipersulit, Agunan Warga Ditahan: BRI Unit Kuala Didemo, Oknum Pegawai Disorot

Menurut Dudi Dermawan, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, sistem ini mampu memantau pergerakan dana dari hulu ke hilir secara real-time.

“Dari mana uang berasal, ke mana uang mengalir—semuanya bisa terlacak secara utuh dan instan,” ujarnya.

Lebih jauh, Payment ID akan diperkuat dengan teknologi analitik canggih untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti:

  • Judi online
  • Pinjaman ilegal
  • Pencucian uang
  • Penghindaran pajak

Kekhawatiran Publik: Apakah Privasi Masih Terjamin?

Meski BI menjanjikan manfaat besar dari sisi keamanan dan efisiensi, peluncuran Payment ID turut memunculkan kekhawatiran soal privasi dan potensi penyalahgunaan data.

Baca Juga:  Skandal Rp123 Miliar di Bank Mandiri Masuk Penyidikan! Ada 6 Tersangka

Menanggapi hal itu, BI menegaskan bahwa seluruh sistem dibangun dengan prinsip “consent-based access” yang tunduk pada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Mekanisme perlindungan data antara lain:

  • Notifikasi langsung ke ponsel pengguna saat ada permintaan akses
  • Pengguna harus memberi persetujuan aktif
  • Tidak ada akses pihak ketiga tanpa izin eksplisit

“Kami jamin data pribadi aman dan tidak bisa diakses sembarangan,” tegas Dicky.

Tidak Gantikan SLIK, Tapi Lengkapi Sistem Keuangan

BI juga menegaskan bahwa Payment ID tidak akan menggantikan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melainkan menjadi pelengkap untuk memperkaya analisis risiko dan penyaluran kredit oleh sektor perbankan.

Dengan sistem ini, ke depan proses penilaian kelayakan kredit, penyaluran bansos, hingga pencegahan transaksi ilegal akan lebih transparan, presisi, dan terdokumentasi.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
KADIN Langkat Satukan Dunia Usaha, Pemerintah dan Perbankan Bahas Ekonomi Daerah
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Kamis, 3 September 2026 - 04:06 WIB

Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal

Rabu, 2 September 2026 - 20:46 WIB

PC HIMMAH Langkat Audiensi dengan Dinas Koperasi, Dukung Program Sertifikasi Halal Bagi UMKM

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:29 WIB

KADIN Langkat Satukan Dunia Usaha, Pemerintah dan Perbankan Bahas Ekonomi Daerah

Berita Terbaru