Gerindra DPRD Binjai Kritik Keras Pemko, Soroti Polemik Anggaran TKD Rp133 Miliar

- Kontributor

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Binjaj, Langkatoday.com – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Binjai melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kota Binjai dalam pembahasan alokasi anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang bersumber dari APBN.

Wali Kota Binjai Amir Hamzah diminta tidak menjadikan institusi Brimob dan Pengadilan sebagai pihak yang “dikambinghitamkan” dalam polemik penyusunan anggaran tersebut.

Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Binjai, Selasa (2/6), yang turut membahas penggunaan dana TKD senilai Rp133 miliar.

Dalam dokumen yang dipaparkan, tercantum alokasi anggaran untuk kegiatan di institusi Brimob dan Pengadilan dengan total sekitar Rp1,95 miliar.

Anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Gerindra, Ronggur Simorangkir, menyebut sejak awal pihaknya telah mempertanyakan fleksibilitas perubahan item kegiatan agar dapat mengakomodasi aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.

“Pada saat rapat kami tanyakan apakah item kegiatan tersebut bisa diubah karena masih banyak aspirasi masyarakat yang perlu diakomodasi. Saat itu dijawab tidak bisa diubah. Namun belakangan justru disampaikan kegiatan untuk Brimob dan Pengadilan tidak diakomodir Pemko,” ujarnya, Rabu (3/6).

Baca Juga:  PDAM Tirtanadi Buka Dapur Produksi Air Bersih, Jemaah Al Haura Diajak Lihat Langsung Proses Pengolahan

Menurutnya, pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi data yang disampaikan oleh TAPD kepada DPRD.

Ia menilai tidak tepat jika sejak awal nama Brimob dan Pengadilan dimasukkan dalam daftar pengguna anggaran, namun kemudian disebut tidak diakomodasi.

“Kalau memang tidak diakomodir, mengapa sejak awal dimasukkan dalam data pengguna anggaran? Jangan sampai terkesan Brimob dan Pengadilan dijadikan kambing hitam dalam persoalan ini,” tegasnya.

Ronggur juga menyoroti alokasi anggaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang disebut mencapai Rp55,4 miliar.

Ia mempertanyakan mekanisme penyesuaian anggaran apabila terdapat kegiatan yang batal dilaksanakan.

Baca Juga:  Tega Buang Bayi 2 Hari di Tepi Sungai hingga Wajah Terluka, Pegawai Koperasi di Asahan Ditangkap Polisi

“Kalau kegiatan Brimob dan Pengadilan tidak jadi dilaksanakan, maka secara logika jumlah anggaran harusnya berkurang. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa sejak awal disebut tidak bisa diubah, tetapi kemudian tidak diakomodir sementara nilai anggarannya tetap melekat,” katanya.

Meski demikian, Fraksi Gerindra menegaskan tidak mempersoalkan bantuan bagi lembaga vertikal seperti Brimob dan Pengadilan.

Menurut mereka, dukungan anggaran tersebut merupakan bagian dari penguatan sinergi antarinstansi di daerah.

Lebih lanjut, Ronggur menyebut rapat pembahasan TKD berlangsung cukup alot karena ditemukan sejumlah ketidaksesuaian data serta program yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan prioritas masyarakat.

“Suasana rapat cukup alot karena data yang disajikan tidak akurat. Selain itu, beberapa program juga dinilai belum menyentuh persoalan utama masyarakat sesuai arahan Menteri Dalam Negeri terkait penggunaan dana TKD,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi
Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur
Pengacara Terdakwa Korupsi Samosir Desak Kejati Sumut Segera Tahan Mantan Pimpinan Bank Mandiri
Semarak HUT ke-81 RI, Ratusan Pegawai dan Keluarga PT Socfindo Ikuti Family Walk
Jokowi Akui Kerap Dicaci dan Difitnah: “Biasa dalam Politik, Tapi Mbok Ya Ojo Ngono”

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 03:54 WIB

Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Rabu, 2 September 2026 - 06:05 WIB

Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Gunung Sinabung Erupsi, Kolom Abu Capai 3.500 Meter dan Condong ke Timur

Berita Terbaru