Geopolitik Memanas, Pasar Dingin: Emas Lonjak 1,5%, Minyak Cuma Gerak Tipis

- Pewarta

Senin, 5 Januari 2026 - 10:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro pada Sabtu (3/1).

Maduro disebut dibawa ke New York untuk menjalani proses hukum. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan “mengelola Venezuela untuk sementara waktu” sembari membuka karpet merah bagi investasi perusahaan minyak AS.

Namun, alih-alih panik, pasar global justru bereaksi dingin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada perdagangan Senin (5/1) pagi, harga minyak Brent hanya bergerak tipis, naik sekitar 0,5% ke level US$61 per barel. Padahal, Venezuela dikenal sebagai pemilik cadangan minyak terbesar dunia—sekitar 17% cadangan minyak mentah global, melampaui Arab Saudi.

Baca Juga:  Sekretariat DPRD Langkat Anggarkan Rp150 Juta untuk Pakaian Resmi Anggota Dewan
Ilustrasi Trump vs Meduro | Foto: Fadli/Langkatoday.com

Pasar tampaknya menilai faktor cadangan tak lagi relevan dalam jangka pendek. Produksi minyak Venezuela saat ini menyusut drastis, bahkan tak mencapai 1% dari total produksi global, akibat sanksi berkepanjangan dan minimnya investasi selama bertahun-tahun. Untuk kembali menjadi pemain utama, Venezuela membutuhkan waktu panjang, belanja modal besar, serta stabilitas politik—sesuatu yang justru kian menjauh.

Sinyal kehati-hatian juga datang dari OPEC+. Dalam pertemuan Minggu (4/1), kartel minyak itu memutuskan mempertahankan kebijakan produksi tanpa perubahan. OPEC+ menilai masih terlalu prematur menyesuaikan kuota produksi hanya karena dinamika Venezuela.

Baca Juga:  Lagi, Direktur Air Limbah Tirtanadi Terekam di Konten Partai Politik, Aktivis: "Seperti Menantang Aturan!"

Dengan kondisi tersebut, sentimen positif bagi saham-saham emiten migas diperkirakan terbatas.

Sebaliknya, emas kembali menunjukkan perannya sebagai aset lindung nilai. Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, harga emas melonjak 1,5% ke level US$4.397 per ons pada Senin pagi. Kenaikan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi saham-saham emiten emas seperti BRMS, ARCI, dan HRTA.

Pasar memberi pesan jelas: geopolitik boleh bergejolak, tetapi respons investor tetap rasional—minyak menunggu bukti nyata, emas memanen kecemasan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode
Gibranisti Sebut Desakan Pemakzulan Gibran sebagai Kejahatan Politik
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Rocky Gerung Tantang Pengkritiknya soal Wantimpres: Tunggu 10 Tahun, Kalian Bakal Minta Maaf!

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:14 WIB

Loyalis Jokowi Sentil Isu Pemakzulan Gibran: Pejabat Seharusnya Fokus pada Persoalan Rakyat

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:18 WIB

PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB