Gatot Nurmantyo “Semprot” Kapolri: “Jangan Anggap Presiden Prabowo Boneka, Ini Pembangkangan!”

- Pewarta

Senin, 2 Februari 2026 - 06:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Suasana politik nasional memanas setelah Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo melayangkan kritik pedas terhadap Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Gatot menilai pernyataan Kapolri terkait posisi Polri sebagai bentuk pembangkangan serius terhadap konstitusi dan sinyal bahaya bagi demokrasi.

Kemarahan Gatot dipicu oleh pernyataan Listyo Sigit dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI, yang menyebut akan mempertahankan struktur Polri langsung di bawah Presiden “sampai titik darah penghabisan.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bahasa Intimidasi, Bukan Pengabdian”

Gatot Nurmantyo menilai diksi “titik darah penghabisan” yang digunakan Kapolri bukanlah cerminan pengabdian, melainkan bentuk tekanan kekuasaan.

“Alarm darurat demokrasi berbunyi keras. Itu bahasa konflik, bahasa tekanan kekuasaan, bahasa intimidasi. Artinya Kapolri sedang menguji batas kewenangan Presiden. Pesannya jelas: jangan sentuh struktur Polri,” ujar Gatot dengan nada tinggi.

Baca Juga:  Langkah Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri Dinilai Tak Lazim, Siaga 98: Ada Spekulasi Baru

Gatot bahkan merinci bahwa ini merupakan puncak dari tiga kali pembangkangan kebijakan negara oleh Kapolri, mulai dari pembentukan tim reformasi tandingan hingga penerbitan Peraturan Kepolisian (Perpol) No. 10 yang dinilai membatasi ruang koreksi hukum.

Singgung Harga Diri Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Gatot mengingatkan Kapolri agar tidak meremehkan posisi Presiden Prabowo Subianto sebagai pimpinan tertinggi. Ia menegaskan bahwa latar belakang militer Presiden harus dihormati.

“Dia kira Pak Prabowo itu boneka? Presiden kita itu mantan Danjen Kopassus, mantan Pangkostrad. Jangan dianggap boneka!” tegas Gatot. Ia menambahkan bahwa kritik ini ia sampaikan demi kecintaannya pada institusi Polri, namun ia menyayangkan sikap personal Jenderal Listyo Sigit yang dianggap merusak nama baik Korps Tribrata.

Baca Juga:  Menuju Revisi RUU Polri, Ini Respon Ketua PB HIMALA untuk Oknum Personil Polres Langkat yang Nakal

Kapolri: “Lebih Baik Jadi Petani Daripada di Bawah Menteri”

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit tetap pada pendiriannya. Ia menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden adalah yang paling ideal guna menghindari adanya “matahari kembar” dalam birokrasi keamanan.

Listyo Sigit bahkan secara ekstrem menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian, meskipun ditawari jabatan menteri sekalipun.

“Kalau pun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tegasnya di hadapan anggota dewan.

Polemik ini kini menjadi perhatian publik luas, mengingat perdebatan mengenai reposisi Polri terus bergulir di tengah transisi pemerintahan dan dinamika reformasi hukum nasional.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Muncul di Sidang Kabinet
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen
Indonesia-Malaysia Sepakat Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Lho! 2 Kali Mangkir dari Panggilan KPK, Nusron Muncul di Sidang Kabinet

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB