Dugaan Ketidaksesuaian Pembayaran Lembur ASN di UPT Timur SDA BMBK Medan Mencuat, Pegawai Minta Transparansi

- Pewarta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Medan, Langkatoday.com – Dugaan ketidaksesuaian dalam pembayaran uang lembur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan UPT Wilayah Timur Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK) Kota Medan menjadi sorotan.

Sejumlah pegawai disebut mempertanyakan mekanisme pembayaran uang lembur periode Januari hingga Maret 2026 yang dinilai tidak sejalan dengan aktivitas kerja yang dilakukan di lapangan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang ASN yang enggan disebutkan identitasnya, muncul dugaan adanya perbedaan nominal pembayaran antara pegawai yang aktif menjalankan tugas lembur dengan pegawai lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut sumber tersebut, terdapat pegawai yang menerima pembayaran uang lembur hingga mencapai sekitar Rp5 juta selama tiga bulan, meskipun diduga tidak memiliki intensitas kerja lapangan yang signifikan.

Sebaliknya, sejumlah pegawai yang disebut aktif melaksanakan pekerjaan di luar jam kerja justru menerima nominal yang jauh lebih kecil.

Baca Juga:  Persediaan Gas LPG di Sumut Masih Aman

“Saat proses penandatanganan amprah pembayaran, kami melihat ada perbedaan nominal yang cukup mencolok. Ada yang menerima jutaan rupiah, sementara pegawai yang sering turun ke lapangan hanya menerima sekitar Rp1 juta selama tiga bulan,” ujar sumber tersebut, Jumat (29/5).

Selain ASN, dugaan ketidaksesuaian pembayaran juga disebut terjadi pada pegawai berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan UPT Wilayah Timur.

Beberapa pegawai yang masa kerjanya belum mencapai satu tahun disebut menerima pembayaran uang lembur dalam jumlah yang relatif besar.

Sumber tersebut juga menyoroti dugaan kurangnya transparansi dalam proses pembayaran lembur karena tidak seluruh pegawai mengetahui dasar penetapan penerima maupun besaran nominal yang diberikan.

Menurutnya, keterbukaan informasi dapat dilakukan dengan mempublikasikan daftar pembayaran lembur secara internal agar seluruh pegawai dapat mengetahui mekanisme dan dasar perhitungannya.

“Kalau memang semua sudah sesuai aturan, sebaiknya daftar pembayaran lembur diumumkan secara terbuka di lingkungan kantor agar tidak menimbulkan pertanyaan di kalangan pegawai,” katanya.

Baca Juga:  Pemkot Medan Anggarkan Rp 2,4 M untuk Beli Mobil Dinas Walkot-Wawalkot

Selain itu, muncul pula informasi terkait dugaan pembayaran lembur bagi tenaga outsourcing yang disebut dilakukan melalui rekening pegawai tertentu. Namun informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Para pegawai berharap pembayaran uang lembur dilakukan secara objektif berdasarkan beban kerja dan fakta pelaksanaan tugas di lapangan, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan maupun potensi kerugian terhadap keuangan daerah.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut, Kepala UPT Wilayah Timur Dinas SDA BMBK Kota Medan, Amsyaruddin Noor, membantah tudingan yang berkembang.

“Berita ngarang,” ujar Amsyaruddin singkat saat dimintai tanggapan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut terkait mekanisme pembayaran uang lembur maupun data penerima lembur di lingkungan UPT Wilayah Timur Dinas SDA BMBK Kota Medan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda
Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu
Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral
Viral Video Oknum Polisi Diduga Provokatif Saat Amankan Demo Hari Tani di Bengkulu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Safari Pers TNI AL di Kodaeral I, Waaspers Kasal Tinjau Fasilitas Kesehatan dan Barakuda

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Batam dan Sekitarnya Blackout, Pasokan Air Bersih dan Internet Terganggu

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet

Terbaru