DPR RI Komisi VIII Gandeng Kemenag dan UIN SU Gelar NGOPI Bertema Pesantren Moderat di Stabat

- Kontributor

Minggu, 12 Oktober 2025 - 15:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Kegiatan NGOPI bersama DPR RI Komisi VIII, UIN SU dan Kemenag RI di gedung Pegnasos Stabat, Ahad (12/10). Foto: Anshar/Langkatoday

Kegiatan NGOPI bersama DPR RI Komisi VIII, UIN SU dan Kemenag RI di gedung Pegnasos Stabat, Ahad (12/10). Foto: Anshar/Langkatoday

STABAT | LANGKATODAY – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan pesantren, kegiatan bertajuk “NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam)” digelar pada Ahad, (12/10) di Gedung Pegnasos Kecamatan Stabat.

Acara yang mengusung tema “Pesantren Moderat: Meneladani Ulama, Menyemai Kebersamaan” ini menghadirkan tiga tokoh penting nasional, yakni H. Anshori Siregar, Lc (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI), Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag (Rektor UIN Sumatera Utara), dan H. Basnang Said, M.Ag (Direktur Pesantren Kementerian Agama).

Kegiatan NGOPI ini merupakan kolaborasi antara DPR RI Komisi VIII, bekerja sama dengan Kementerian Agama dan UIN Sumatera Utara (UIN SU). Forum ini menjadi ajang silaturahmi intelektual yang menggabungkan perspektif ulama, akademisi, dan praktisi pendidikan Islam.

Dalam sambutannya, H. Anshori Siregar, Lc menegaskan pentingnya pesantren sebagai pusat ilmu dan akhlak dalam membangun generasi moderat. Ia mengutip firman Allah dalam Q.S Az-Zumar ayat 9:

Baca Juga:  Kecelakaan di Depan Kampus Al Maksum Stabat, Pengendara Motor Meninggal Dunia

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menghargai perbedaan.

“Kita ingin pesantren menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersamaan umat, sebagaimana ajaran para ulama terdahulu yang selalu menebar rahmat dan kedamaian,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag, yang juga menjadi salah satu narasumber, berbagi cerita tentang pengalamannya selama menimba ilmu di Pesantren Modern Ulumul Quran (MUQ) Langsa, Aceh. Ia menyebut, pengalaman belajar di pesantren tersebut membentuk karakter kedisiplinan, kemandirian, dan kecintaan pada ilmu.

“Di MUQ Langsa, kami diajarkan untuk hidup sederhana tapi berpikir besar. Dari sanalah saya belajar arti pentingnya moderasi dan keseimbangan dalam beragama. Pesantren bukan hanya mencetak hafiz dan ulama, tetapi juga membentuk pribadi yang bijak dan terbuka,” tutur Rektor UIN Sumatera Utara itu.

Baca Juga:  Arsjad Rasjid Resmi Serahkan Estafet Kepemimpinan KADIN ke Anindya Bakrie

Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai pesantren harus terus dihidupkan dalam sistem pendidikan tinggi Islam.

“UIN sebagai kelanjutan dari tradisi pesantren harus menjaga semangat keilmuan yang terbuka dan penuh kasih. Inilah bentuk nyata pesantren moderat di era modern,” lanjutnya.

Acara berlangsung hangat dengan sesi dialog dan tanya jawab yang melibatkan mahasiswa, santri, serta tokoh masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti diskusi yang penuh makna dan inspirasi.

Melalui kegiatan NGOPI ini, diharapkan semangat “Meneladani Ulama dan Menyemai Kebersamaan” dapat terus bergema di kalangan santri, dosen, dan masyarakat luas – menjadikan pesantren sebagai pusat peradaban yang membawa kesejukan bagi umat.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan
Warga Langkat Keluhkan Perpanjangan SIM A Umum, B1 dan B2 Harus ke Tanjung Morawa
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 23:59 WIB

Jalan Alternatif Langkat-Karo Longsor Lagi, Bus Pariwisata Diminta Cari Jalur Lain

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Kamis, 3 September 2026 - 17:33 WIB

Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas

Kamis, 3 September 2026 - 11:57 WIB

103 Siswa Diktukba Polri Ikuti Outbound di Langkat, Diperkenalkan Sejarah Bukit Kerangan

Berita Terbaru