DPR Naik Gaji, Guru Ngaji Tetap Bertahan Hidup dengan Rp100 Ribu per Bulan

- Kontributor

Jumat, 22 Agustus 2025 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno
GEDUNG BARU - Anggota DPR RI mengikuti sidang paripurna pertama setelah reses akhir tahun di gedung baru Ruang SIdang Paripurna Nuasantara II, Komplek Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (10/01/04). Dalam sidang ini dibahas masalah restruktrusisasi Aceh yang porak poranda karena bencana gempa dan tsunami.

Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno GEDUNG BARU - Anggota DPR RI mengikuti sidang paripurna pertama setelah reses akhir tahun di gedung baru Ruang SIdang Paripurna Nuasantara II, Komplek Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (10/01/04). Dalam sidang ini dibahas masalah restruktrusisasi Aceh yang porak poranda karena bencana gempa dan tsunami.

Jakarta, Langkatoday – Kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR RI hingga menembus lebih dari Rp100 juta per bulan kembali memicu polemik. Di tengah gembar-gembor efisiensi anggaran negara, langkah ini justru menimbulkan luka bagi rasa keadilan publik.

Bagaimana tidak, para wakil rakyat yang seharusnya menjadi penyambung aspirasi justru hidup dengan fasilitas mewah, sementara rakyat yang mereka wakili masih berkubang dalam kesenjangan kesejahteraan.

Salah satu potret nyata ketidakadilan itu dapat dilihat dari nasib guru ngaji. Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar pernah mengungkapkan bahwa dari 928 ribu guru ngaji di Indonesia, sekitar 40 persennya hanya mendapat bayaran Rp100 ribu per bulan. Jumlah yang bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Apakah orang bisa hidup dengan 100 ribu rupiah per bulan? Itulah nasib guru ngaji,” kata Nasaruddin, yang kutipannya kini kembali relevan ketika publik menyoroti naiknya tunjangan rumah anggota DPR hingga Rp50 juta per bulan.

Baca Juga:  Arsjad Rasjid Resmi Serahkan Estafet Kepemimpinan KADIN ke Anindya Bakrie

Memang, ada sebagian guru ngaji yang cukup beruntung karena terdata dalam program bantuan sosial atau zakat. Seperti di Kabupaten Serang, Baznas menyalurkan Rp500 ribu untuk 2.000 guru ngaji dan guru madrasah. Namun, nilai tersebut tetap tidak sebanding dengan jerih payah mereka dalam mendidik generasi bangsa.

Kesenjangan yang Menyayat Rasa Keadilan

Jika ditotal, setiap anggota DPR bisa membawa pulang pendapatan sedikitnya Rp54 juta per bulan dari gaji dan tunjangan rutin, di luar berbagai fasilitas lain, termasuk tunjangan rumah Rp50 juta per bulan, perjalanan dinas, hingga dana aspirasi. Angka ini menempatkan mereka dalam jajaran elit dengan pendapatan fantastis, sementara jutaan rakyat masih berjuang mengais rezeki untuk sekadar bertahan hidup.

Kontrasnya mencolok. Guru ngaji, yang menjadi ujung tombak pendidikan moral dan spiritual, hanya menerima ratusan ribu rupiah. Sementara wakil rakyat yang semestinya memperjuangkan mereka, hidup dalam kenyamanan yang dibiayai uang pajak rakyat.

Baca Juga:  Viral! DPR kritik etos kerja ASN "Absen-Ngopi-Pulang", netizen balik serang: Ngaca dulu!

Saatnya Introspeksi

Pertanyaan mendasar pun muncul: untuk siapa sebenarnya kekuasaan dan fasilitas itu diberikan? Apakah demi kepentingan rakyat atau demi memperkaya segelintir elit?

Kesejahteraan guru ngaji bukan hanya soal nominal, tetapi juga tentang penghormatan terhadap peran mereka dalam membentuk karakter bangsa. Negara yang gagal menghargai guru ngaji, sesungguhnya sedang meremehkan nilai dasar pendidikan akhlak dan moral.

Kenaikan gaji DPR mungkin sah secara regulasi, tetapi secara moral, jelas melukai rasa keadilan. Jika benar DPR adalah rumah rakyat, maka sudah seharusnya suara rakyat kecil (guru ngaji, petani, buruh, dan pekerja informal) menjadi dasar dalam setiap kebijakan anggaran.

Tanpa itu, DPR hanya akan semakin jauh dari rakyat, dan rakyat hanya akan mengingat mereka sebagai elite yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027
Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita
Tiorita Promosikan Produk Unggulan Langkat di APKASI Otonomi Expo 2026
Jelang Aksi 27 Agustus, Rekening Aktivis Rp80,9 Juta Ditunda, Pengamat Pertanyakan Dasar Hukumnya
Logo di Gedung Bank Mandiri Dicopot Pasca Viral Blokir Rekening Aktivis, Takut Didemo?

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 11:20 WIB

Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial

Kamis, 3 September 2026 - 04:06 WIB

Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal

Selasa, 1 September 2026 - 15:55 WIB

Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:33 WIB

Hercules Turun ke Jalan Usai Demo DPR, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Yakin Indonesia Bangkit: Beberapa Tahun Lagi Tidak Akan Ada yang Bisa Bendung Kita

Berita Terbaru