Bukan Teladan! HIMALA Desak PAN Pecat Anggota DPRD Hedon dari Langkat

- Pewarta

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ketum PB HIMALA, Wahyu Hidaya, S.H

Ketum PB HIMALA, Wahyu Hidaya, S.H

STABAT, LANGKATODAY – Gelombang kekecewaan publik terhadap perilaku elit politik kembali mencuat setelah beredar video seorang anggota DPRD Kabupaten Langkat dari Partai Amanat Nasional (PAN) Rizki Rifai yang diduga tengah berfoya-foya, mempertontonkan kemewahan di ruang publik, Senin (27/10).

Menanggapi hal itu, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Langkat (PB HIMALA) mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk penghinaan terhadap penderitaan rakyat Langkat.

Ketua Umum PB HIMALA, M. Wahyu Hidayah, menyatakan bahwa tindakan itu tidak bisa ditoleransi dengan alasan apapun, sebab wakil rakyat bukan simbol kekuasaan, melainkan perwujudan nurani rakyat yang seharusnya hidup sederhana, bekerja keras, dan menjadi teladan moral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan soal gaya hidup, ini soal moral dan empati. Saat rakyat Langkat masih berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya, ada wakil rakyat yang sibuk bersenang-senang. Itu bukan cuma tidak etis — itu amoral,” tegas Wahyu.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa HIMALA tidak akan diam terhadap perilaku politik yang menjauh dari nilai keadilan dan kesederhanaan. Ia menyindir keras partai pengusung, PAN, agar tidak sekadar menegur secara normatif, tetapi benar-benar menegakkan disiplin moral sebagaimana instruksi tegas Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang berulang kali menyerukan agar kader PAN menjauhi hidup hedon dan menjaga marwah partai.

Baca Juga:  4 Pulau di Aceh Berpindah ke Sumatera Utara, Pemerintah Aceh Ajukan Peninjauan Ulang

“Pak Zulhas sudah jelas: kader yang mencoreng nama partai dan rakyat harus disanksi. Jadi jangan ada pembelaan. Kalau betul PAN konsisten dengan nilai-nilai amanat rakyat, maka pecat dan lakukan PAW. Jangan hanya bicara etika di podium tapi diam saat kader sendiri melanggar,” ucap Wahyu tajam.

Menurut PB HIMALA, tindakan seperti ini menandakan krisis moral di tubuh lembaga legislatif daerah. Banyak wakil rakyat lupa siapa yang mereka wakili, lupa untuk bersikap rendah hati, dan lupa bahwa jabatan adalah amanah, bukan fasilitas.

“Rakyat tidak butuh wakil yang pandai berfoto di pesta, rakyat butuh wakil yang tahu arti susah. Kalau anggota dewan lebih sibuk pamer harta daripada memperjuangkan nasib petani dan nelayan, itu tanda DPRD sedang kehilangan maknanya,” tambah Wahyu.

HIMALA juga mendesak Badan Kehormatan DPRD Langkat untuk tidak bersembunyi di balik alasan prosedural. Pemeriksaan harus terbuka, hasilnya harus diumumkan, dan rekomendasi sanksi harus jelas. Jika terbukti bersalah, maka pemberhentian melalui mekanisme PAW adalah jalan yang paling bermartabat.

Baca Juga:  Isu Mundurnya Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR Menguat, PAN Masih Bahas Internal

“Langkat butuh pembaruan moral di tubuh DPRD-nya. Tidak ada lagi ruang untuk oknum yang memperdagangkan kehormatan rakyat demi kesenangan pribadi. Kalau tidak sanggup memikul beban moral jabatan, silakan mundur. Jangan menunggu dipecat,” pungkas Wahyu.

Sebagai organisasi mahasiswa daerah yang berpijak pada nilai perjuangan dan moral publik, PB HIMALA menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pengawas nurani rakyat di Kabupaten Langkat.

“Kami bukan musuh pejabat, tapi kami musuh ketidakadilan. Kami bukan pembenci partai, tapi kami pembenci kemunafikan politik. HIMALA akan terus berdiri di barisan rakyat — sebab suara rakyat adalah suara moral yang tak bisa dibungkam,”

Di akhir pernyataannya, Ketua PB HIMALA menegaskan bahwa organisasi mahasiswa daerah akan terus mengawal setiap dinamika politik di Langkat agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat, bukan pada kepentingan pribadi.

“Kursi dewan bukan tempat mencari kehormatan diri, tapi tempat menjaga kehormatan rakyat. Jika ada yang lupa akan hal itu, maka rakyat berhak mengingatkannya,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku
Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub
Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Anggota DPR Khawatir Penghentian MBG Saat PJJ Ganggu Asupan Gizi Siswa
HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal
Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:51 WIB

Penembakan Wadan Koti PP di Deli Serdang, Polda Sumut Tangkap Tiga Terduga Pelaku

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Anggaran Listrik PJU Langkat Rp50 Miliar Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Kadishub

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:10 WIB

HIMMAH Langkat Dukung Evaluasi Kinerja Kapolres, Soroti Dugaan Berbagai Aktivitas Ilegal

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Tragis! Pastor Tewas Tertimpa Salib Besar Saat Pimpin Misa yang Disiarkan Langsung

Terbaru