Atraksi Terjun Payung Kopassus Meriahkan HUT ke-81 RI, Bendera Bergambar Prabowo Jadi Sorotan

- Pewarta

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Atraksi terjun payung prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI menjadi salah satu pertunjukan yang menarik perhatian dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

Para prajurit Kopassus melakukan penerjunan dari ketinggian belasan ribu meter dengan membawa sejumlah bendera. Aksi tersebut berlangsung di hadapan tamu undangan dan masyarakat yang menyaksikan rangkaian perayaan kemerdekaan.

Tak hanya membawa Sang Saka Merah Putih, para penerjun juga membentuk sejumlah formasi di udara. Atraksi semakin meriah dengan penggunaan flare berwarna yang terpasang pada bagian sepatu penerjun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu momen yang kemudian mencuri perhatian adalah ketika sebuah bendera berukuran besar dibentangkan di udara dan menampilkan foto Presiden Prabowo Subianto.

Kemunculan foto Presiden tersebut sontak menjadi perbincangan di media sosial.

Sejumlah warganet mempertanyakan alasan penggunaan foto Prabowo dalam atraksi yang digelar untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga:  86 Warga Binaan Lapas Pangururan Terima Remisi HUT ke-81 RI

Sebagian mempertanyakan apakah penggunaan foto tersebut merupakan bagian dari konsep resmi perayaan HUT ke-81 RI atau bagian dari teknis atraksi yang disiapkan penyelenggara.

“Ini HUT RI, bukan ultah Prabowo,” tulis salah satu akun di media sosial.

Komentar lainnya mempertanyakan apakah simbol personal dalam atraksi tersebut selaras dengan semangat peringatan kemerdekaan yang selama ini identik dengan simbol-simbol kenegaraan, khususnya Sang Merah Putih.

Meski demikian, atraksi terjun payung tersebut juga mencatatkan prestasi tersendiri.

Aksi Canopy Formation Side by Side dengan membentangkan bendera berukuran 12 meter x 8 meter tercatat memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Para penerjun berhasil menjaga formasi sambil membentangkan bendera di udara, menjadi salah satu atraksi yang menonjol dalam rangkaian perayaan kemerdekaan tahun ini.

Rangkaian HUT ke-81 RI di Istana

Peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka diawali dengan rangkaian Kirab Pengantaran Bendera Pusaka dari kawasan Monumen Nasional (Monas) menuju Istana Merdeka.

Upacara peringatan detik-detik Proklamasi kemudian dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB.

Baca Juga:  Seluruh Masyarakat Dipastikan Dapat Mengakses HUT ke-80 RI via Siaran Digital

Sementara itu, prosesi penurunan Bendera Sang Merah Putih dijadwalkan berlangsung pada pukul 16.00 WIB. Setelah seluruh rangkaian selesai, Bendera Pusaka akan kembali disimpan di kawasan Monas.

Dalam peringatan kemerdekaan tahun ini, Istana mengundang hampir 10.000 tamu dari berbagai kalangan.

Mereka terdiri atas pejabat negara, mantan presiden dan wakil presiden, menteri, pimpinan lembaga negara, hingga masyarakat umum.

Selain upacara kenegaraan, berbagai pertunjukan seni dan budaya turut disiapkan untuk memeriahkan perayaan.

Atraksi udara TNI Angkatan Udara juga menjadi bagian dari rangkaian hiburan. Sebanyak 81 pesawat TNI AU dijadwalkan ambil bagian, termasuk dua unit jet tempur Rafale.

Di tengah kemeriahan tersebut, atraksi terjun payung Kopassus menjadi salah satu perhatian utama. Namun, penggunaan bendera bergambar Presiden Prabowo justru menimbulkan perdebatan tersendiri di ruang publik.

Bagi sebagian masyarakat, pertanyaannya bukan lagi soal spektakulernya atraksi, melainkan batas antara simbol negara dan figur politik dalam sebuah perayaan kemerdekaan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif
PSI Prediksi Gibran Jadi Presiden Usai Dampingi Prabowo Dua Periode

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla

Terbaru

Langkat Terkini

Pemkab Langkat Mulai Rancang Arah Pariwisata 20 Tahun ke Depan

Senin, 19 Okt 2026 - 20:40 WIB

Langkat Terkini

Tindak Lanjuti Sidak, Tiorita Apresiasi Pembenahan Kantor Camat Hinai

Senin, 19 Okt 2026 - 18:08 WIB