Lucunya Riwayat Pendidikan Gibran

- Pewarta

Rabu, 24 September 2025 - 11:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday – Latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan publik. Pakar telematika, Roy, menilai ada sejumlah kejanggalan dalam data riwayat pendidikan Gibran sebagaimana tercantum di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Salah satu hal yang disorot adalah masa pendidikan setara SMA yang dijalani Gibran di luar negeri.

“Riwayat pendidikan SMA Gibran lucu karena SMA lima tahun di luar negeri,” kata Roy dalam Podcast Madilog bersama Darmawan Sepriyossa, dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (24/9/2025).

Berdasarkan data, Gibran menempuh pendidikan SD di SD Negeri Mangkubumen Kidul 16 (1993–1999), lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surakarta (1999–2002).

Pada jenjang SMA, ia tercatat belajar di Orchid Park Secondary School, Singapura (2002–2004), dan kemudian di UTS Insearch Sydney, Australia (2004–2007). Setelah itu, Gibran melanjutkan kuliah S1 di MDIS Singapore (2007–2009).

Baca Juga:  MK Ungkap Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran

Di sisi lain, isu pendidikan Gibran juga menjadi dasar gugatan hukum. Advokat Subhan Palal melayangkan gugatan perdata senilai Rp125,01 triliun ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap Wapres Gibran dan KPU.

Gugatan itu berkaitan dengan dugaan ketidakabsahan ijazah SMA yang digunakan Gibran saat mendaftar sebagai calon Wakil Presiden pada Pilpres 2024–2029. Menurut Subhan, syarat administratif tersebut tidak terpenuhi.

Hingga kini, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai polemik ini.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Kebakaran Hutan
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Kebakaran Hutan, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru