Jakarta, Langkatoday.com – Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ternyata menyimpan bentuk yang terlihat unik dan berwarna-warni ketika diamati menggunakan mikroskop.
Hal tersebut terlihat dalam percobaan pengamatan mikroskop yang dilakukan akun Instagram @montessoriroo yang dilihat Langkatoday, Senin (7/9).
Meski tampak indah, abu vulkanik tidak bisa diperlakukan seperti debu biasa. Partikel abu vulkanik memiliki karakteristik yang dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh.
Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan abu vulkanik mengandung material silika yang memiliki karakteristik tajam dan dapat mengiritasi sejumlah organ tubuh.
“Abu vulkanik ini sangat berbeda jauh dengan abu ataupun debu biasa karena mengandung silika yang seperti serpihan kaca yang tajam dan bisa merusak, khususnya pada organ yang terkena, antara lain mata, hidung, mulut, maupun kulit,” kata Dicky di Jakarta, Ahad (6/9).
Pada mata, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan kemerahan, rasa perih, mata berair hingga sensitif terhadap cahaya. Partikel abu juga berpotensi menimbulkan goresan pada permukaan mata serta peradangan konjungtiva.
Sementara pada saluran pernapasan, paparan abu vulkanik dapat memicu iritasi hidung dan tenggorokan, pilek serta batuk. Pada paparan dalam jumlah tinggi, kondisi tersebut dapat disertai sesak napas atau nyeri di dada.
Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik perlu menggunakan perlindungan yang sesuai dan mengikuti informasi serta imbauan resmi dari otoritas terkait.
Editor : Fadli














Komentar