Pelayanan Buruk Belum Beres, RSUD Djoelham Justru Kutip Parkir Pasien

- Pewarta

Senin, 29 Desember 2025 - 23:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

RSUD Djoelham

RSUD Djoelham

Binjai, Langkatoday.com – Di tengah keluhan publik terkait pelayanan yang dinilai masih buruk, manajemen RSUD Djoelham, rumah sakit milik Pemerintah Kota Binjai, justru menerapkan kebijakan parkir berbayar dengan memasang portal di pintu masuk dan keluar area rumah sakit. Kebijakan tersebut diduga dikelola oleh pihak ketiga.

Buruknya pelayanan RSUD Djoelham sebenarnya sudah lama menjadi sorotan. Hal itu dapat dilihat secara terbuka melalui berbagai ulasan dan keluhan masyarakat di media sosial.

Namun hingga kini, Plt Direktur RSUD Djoelham, dr Romy Ananda, belum memberikan penjelasan terkait penerapan parkir berbayar tersebut. Saat dikonfirmasi wartawan, dr Romy tidak memberikan tanggapan.

Ironisnya, beberapa waktu lalu dr Romy justru kedapatan wartawan memarkirkan kendaraannya di Balai Kota Binjai. Ia terlihat turun dari mobil hitam yang diparkir dekat masjid Balai Kota, lalu berjalan menuju RSUD Djoelham melalui akses belakang.

Menanggapi polemik tersebut, Koordinator Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Sumatera Utara, Abdul Rahim Daulay, menilai kebijakan parkir berbayar di rumah sakit tidak memiliki empati terhadap kondisi masyarakat.

Baca Juga:  UPT SMP Negeri 6 Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak

“Pelayanan dikeluhkan, tapi yang dipikirkan justru cara mengutip uang dari keluarga pasien lewat parkir. Ini kebijakan yang tidak berperasaan,” ujar Rahim, Senin (29/12).

Menurut Rahim, sikap bungkam pimpinan RSUD Djoelham justru memperkuat dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan parkir. Sebagai pejabat publik, dr Romy dinilai wajib bersikap terbuka.

“Kalau memang sesuai prosedur, kenapa harus takut menjawab wartawan? Ketertutupan ini preseden buruk bagi keterbukaan informasi publik,” tegasnya.

Kebijakan parkir berbayar tersebut tidak hanya menyasar pasien dan keluarga yang menjenguk, namun juga tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Djoelham.

Sebelumnya, pelayanan RSUD Djoelham juga telah menjadi perhatian Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi. Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) setelah menerima banyak laporan buruk dari masyarakat, atas arahan Wali Kota Binjai.

Dalam sidak tersebut, Jihadi meninjau langsung fasilitas dan pelayanan mulai dari IGD, ruang rawat inap, hingga ruang cuci darah. Di lantai 4, ia terkejut mendapati ruang rawat inap dalam kondisi panas karena AC tidak berfungsi, sementara pasien hanya menggunakan kipas manual.

Baca Juga:  Warganet Soroti Rekrutmen Mitra Tambahan BPS Langkat, Transparansi Seleksi Dipertanyakan

Selain itu, wastafel rusak dan kamar mandi yang tidak layak pakai turut ditemukan dalam pemeriksaan tersebut.

RSUD Djoelham juga sebelumnya disorot atas meninggalnya pasien cuci darah R br Ketaren (75) . Keluarga korban mempertanyakan proses layanan sebelum kematian, termasuk alarm mesin cuci darah yang berbunyi dan muncul tulisan no water. Kasus ini telah dilaporkan ke DPRD dan Inspektorat Binjai.

Kasus lain menimpa bayi MAP (11 bulan), anak dari Agung Pramana, yang meninggal dunia setelah disebut terlalu lama menunggu dokter spesialis anak hingga harus bermalam di rumah sakit.

Rangkaian persoalan ini kembali menempatkan RSUD Djoelham dalam sorotan publik, di tengah tuntutan masyarakat akan perbaikan layanan dasar kesehatan.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita
HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama
BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat
Viral Tudingan Setoran Sabu, Bripka Abdul Tamba Kini Minta Maaf dan Tarik Pernyataan
Langkat Ingin Naik Kelas, Tiorita Pelajari Tata Kelola Digital Pemkot Bandung
Hana Kuraki, Aktris AV Jepang, Dikabarkan Meninggal Dunia di Usia 25 Tahun
Keracunan MBG Makin Marak, SPPG Diusulkan Kena Denda hingga Pidana

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 20:40 WIB

Kronologi Mobil Goyang Digrebek di Kisaran, Diduga Oknum Polisi vs 2 Wanita

Sabtu, 19 September 2026 - 17:46 WIB

HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama

Sabtu, 19 September 2026 - 13:08 WIB

BKM Al-Badar dan YPKD Gelar Pangkas Gratis, Saatnya Masjid Harus Bermanfaat bagi Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 22:11 WIB

Dari Anggaran hingga Pengadaan, Tiorita Perkuat Komitmen Tata Kelola Langkat

Kamis, 17 September 2026 - 05:55 WIB

Viral Tudingan Setoran Sabu, Bripka Abdul Tamba Kini Minta Maaf dan Tarik Pernyataan

Terbaru

Berita

HUT ke-81 PMI Langkat, 1.200 Pelajar PMR Bergerak Bersama

Sabtu, 19 Sep 2026 - 17:46 WIB