Mahasiswa dan Dosen Farmasi IKH Medan Latih Warga Stabat Buat Minyak Rambut Herbal dari Kemiri

- Pewarta

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Foto bersama Dosen Institut Kesehatan Helvetia dan masyarakat Kelurahan Paya Mabar Kecamatan Stabat, Kamis (23/10)

Foto bersama Dosen Institut Kesehatan Helvetia dan masyarakat Kelurahan Paya Mabar Kecamatan Stabat, Kamis (23/10)

STABAT, LANGKATODAY – Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia Medan (IKH Medan), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minyak Rambut Herbal Berbahan Kemiri untuk Pencegahan Rambut Rontok” di Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Kamis (23/10).

Kegiatan ini diketuai oleh Apt. Nabila, S.Farm., M.Farm., bersama tim dosen Apt. Sry Ulina Karo-Karo, S.Farm., M.Farm., Apt. Putri Tri Hartini, S.Farm., M.Farm., Markus Cristofeel Situmorang, dan Arif Syahputra. Beberapa mahasiswa turut dilibatkan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Apt. Nabila, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam—khususnya biji kemiri—sebagai bahan dasar pembuatan minyak rambut herbal.

“Rambut rontok merupakan masalah umum yang banyak dialami masyarakat. Padahal, bahan alami seperti kemiri memiliki kandungan minyak esensial, asam linoleat, dan protein yang mampu memperkuat akar rambut serta merangsang pertumbuhan rambut baru,” ujar Apt. Nabila.

Foto bersama dosen Institut Kesehatan Helvetia dan mahasiswa anggota kelompok pengabdian

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi tentang penyebab rambut rontok dan manfaat kemiri sebagai bahan herbal perawatan rambut. Selanjutnya, tim dosen melakukan demonstrasi langsung pembuatan minyak kemiri, mulai dari proses pemilihan bahan, penyangraian, hingga ekstraksi minyak yang dapat dilakukan secara sederhana di rumah.

Masyarakat Kelurahan Paya Mabar menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka aktif bertanya dan ikut serta dalam sesi praktik hingga menghasilkan produk minyak rambut herbal yang siap digunakan.

Baca Juga:  SELAMAT! Prodi S1 Manajemen FEBI UIN SU Tembus Peringkat 3 SINTA Nasional

Selain bermanfaat untuk perawatan pribadi, hasil pelatihan ini juga membuka peluang bagi warga untuk mengembangkan usaha kecil berbasis bahan alami.

Apt. Nabila menambahkan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahan alami yang aman, tetapi juga memupuk jiwa wirausaha lokal di bidang produk herbal.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Institut Kesehatan Helvetia Medan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan praktis. Melalui sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, potensi bahan alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memproduksi dan menggunakan minyak rambut herbal berbahan kemiri secara mandiri — sekaligus menjadikannya alternatif perawatan alami untuk mencegah rambut rontok serta mendukung gaya hidup sehat berbasis bahan alam.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa Ekonomi Islam UIN Sumut Tembus Publikasi Scopus, Hasilkan 14 Artikel
Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul
Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran
Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta
Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan
RCW Desak Aparat Usut Dugaan Penyusutan Lahan Hibah Negara Universitas Amir Hamzah
Ahli Waris Tengku Amir Hamzah Desak Transparansi Yayasan Universitas Amir Hamzah di Tengah Polemik Lahan
Dulu Miliki 25 Hektare, Kini Tinggal Kurang dari 6 Hektare, Lahan Universitas Amir Hamzah Jadi Sorotan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Mahasiswa Ekonomi Islam UIN Sumut Tembus Publikasi Scopus, Hasilkan 14 Artikel

Rabu, 30 September 2026 - 17:56 WIB

Prodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Raih Akreditasi Unggul

Senin, 28 September 2026 - 13:18 WIB

Mahasiswi USU Asal Langsa Meninggal, Isu Perundungan Masih Dalam Penelusuran

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Mahasiswa UDA Gelar Demo, Soroti Status Akreditasi hingga Dugaan Pungutan Rp2 Juta

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Kemdiktisaintek Pulihkan Status STKIP Al Maksum Langkat Usai Evaluasi dan Perbaikan

Terbaru

Teknologi

ProArt Terbaru Resmi Masuk Indonesia

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:28 WIB