Belawan, Langkatoday.com – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyoroti tingginya kasus tindak pidana narkoba di Sumatera Utara (Sumut). Ia meminta jajarannya terus memperkuat upaya pemberantasan peredaran narkoba, mulai dari pencegahan hingga penindakan.
Hal itu disampaikan Suyudi saat menghadiri pengungkapan kasus kapal MT Global 168 yang diduga membawa satu ton ketamine di Perairan Belawan, Sumut, Jumat (23/10).
Dalam sambutannya, Suyudi mengaku senang dapat berbicara dalam kapasitasnya sebagai Kapolri sekaligus Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat berbahagia karena saya bisa berbicara kapasitas saya sebagai Kapolri sekaligus juga sebagai Kepala BNN,” ujarnya.
Suyudi menyebut Sumut menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius dalam pemberantasan narkoba.
Ia mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang, menurutnya, menempatkan Sumut pada peringkat pertama terkait kasus tindak pidana narkoba.
“Tapi jangan kecil hati, walaupun nomor satu tapi pengungkapannya juga banyak juga,” katanya.
Meski demikian, ia meminta jajarannya tidak berpuas diri dengan banyaknya kasus yang berhasil diungkap. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengutamakan pencegahan.
“Jangan kecil hati dengan data, data biasa, tapi yang paling penting langkah-langkah kita menghadapi narkoba harus terus. Dari hulunya pencegahannya,” tegasnya.
Sementara itu, dalam kasus kapal MT Global 168, polisi telah mengamankan delapan orang yang diduga terkait dengan pengangkutan ketamine tersebut. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA).
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Kristian Parluhutan Siagian, membenarkan penangkapan tersebut.
“Tersangka yang diamankan delapan orang, tujuh WNI dan satu WNA,” kata Kristian kepada awak media, Kamis (22/10).
Pengungkapan kasus ini menjadi bagian dari upaya aparat menindak dugaan penyelundupan narkoba melalui jalur laut di wilayah Sumatera Utara.
Editor : Fadli













Komentar