Resmi! Pelunasan Biaya Haji 2026 Dimulai November, Cek Persiapannya Sekarang

- Pewarta

Rabu, 8 Oktober 2025 - 21:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday – Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1447 H/2026 M akan dimulai pada November 2025.

Hal itu disampaikan Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf (Gus Irfan), usai rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

“Kita akan bicara dengan DPR Panja BPIH, nanti disepakati keluar Keppres. Mudah-mudahan sebelum Desember sudah bisa mulai pelunasan,” ujar Gus Irfan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum masa pelunasan dimulai, pemerintah bersama Komisi VIII DPR RI akan membahas dan menetapkan besaran Bipih yang harus dibayarkan calon jamaah.

Baca Juga:  Bus Jamaah Umrah Terbakar di Madinah: 24 Penumpang Selamat

Panitia Kerja (Panja) Biaya Haji 2026 disebut akan segera dibentuk setelah DPR selesai masa reses pada akhir Oktober ini.

Meski angka resmi Bipih belum diumumkan, Gus Irfan mengimbau agar jamaah yang masuk estimasi keberangkatan haji 2026 mulai menyiapkan dana sejak sekarang.

“Persiapannya seharusnya sekarang, jangan menunggu mepet waktu pelunasan,” ujarnya.

Selain aspek finansial, pemerintah juga menyoroti kesehatan calon jamaah. Arab Saudi disebut akan memperketat ketentuan istithaah kesehatan jamaah haji. Bahkan, jamaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan bisa saja dipulangkan.

Baca Juga:  Tiorita Dukung Penguatan Layanan Haji, Dahnil Anzar Pastikan Kantor Kementerian Haji Segera Dibangun di Langkat

“Saudi akan melakukan pengecekan kesehatan jamaah secara acak di bandara. Kalau tidak memenuhi istithaah, bisa dipulangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, menuturkan bahwa lembaganya telah menyetorkan uang muka sekitar Rp2,7 triliun kepada Pemerintah Arab Saudi sebagai bagian dari sistem pendaftaran e-Hajj.

“Dana itu digunakan untuk memesan tempat di Arafah bagi jamaah Indonesia,” jelas Fadlul.

Ia menambahkan, tahun ini BPKH akan lebih terlibat langsung dalam pengelolaan operasional haji, bukan hanya sebagai juru bayar seperti tahun-tahun sebelumnya.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI
Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia
Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran
Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan
Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi
Polri Latih 586 Polisi Khusus Kehutanan, Perkuat Pencegahan Karhutla
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Nusron Wahid
BAZNAS Langkat Hadiri Rakornas 2026, Siap Perkuat Penghimpunan Zakat Produktif

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Genap 2 Tahun Prabowo-Gibran, Greenpeace Pajang Spanduk Kritikan Soal Bencana dan Ekonomi di Bundaran HI

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Profil Kamaruddin Simanjuntak, Pengacara Brigadir Yosua yang Tutup Usia

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Gerindra Jurukunci Penyelesaian Polemik Ijazah Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Kepuasan Publik terhadap Prabowo Bukan karena Pencitraan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Soal Asap Karhutla, Menkes Minta Warga Mulai Berdaptasi

Terbaru