Quran.com Copot Mishary Rashid sebagai Qari Default Akibat Komentar Dukung AS dalam Konflik dengan Iran

- Kontributor

Sabtu, 4 April 2026 - 09:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Jakarta, Langkatoday.com – Platform bacaan dan tilawah Al-Quran online terpopuler di dunia, Quran.com, telah menghapus suara Syeikh Mishary Rashid Alafasy sebagai qari (pembaca) default di seluruh situsnya. Keputusan ini diambil menyusul kontroversi komentar politis Alafasy di media sosial X (Twitter) yang dianggap mendukung Amerika Serikat dalam ketegangan dengan Iran.

Menurut berbagai laporan yang beredar sejak awal April 2026, perubahan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah postingan Alafasy viral.

Dalam postingannya, qari asal Kuwait itu menuliskan pernyataan yang dikaitkan dengan Gedung Putih: “الرئيس ترامب سيفتح أبواب الجحيم على إيران” yang diterjemahkan sebagai “Presiden Trump akan membuka pintu neraka bagi Iran”.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Alafasy juga menambahkan komentar lain yang menyebut Iran sebagai “negara agresor” yang mengancam negara-negara Teluk, serta menyatakan sikap “berdiri melawan agresor meski orang itu paling saleh sekalipun”. Pernyataan ini menuai kritik keras dari sebagian umat Muslim yang melihatnya sebagai bentuk dukungan terhadap potensi agresi militer AS-Israel terhadap Iran, negara Muslim.

Reaksi dan Keputusan Quran.com

Quran.com, yang digunakan jutaan orang di seluruh dunia untuk membaca dan mendengarkan Al-Quran, tidak mengeluarkan pernyataan resmi tentang alasan perubahan default reciter. Namun, timing perubahan yang cepat membuat banyak pengguna dan pengamat menghubungkannya langsung dengan kontroversi tersebut.

Baca Juga:  Shock! Hampir 50 Tentara Israel Bunuh Diri Usai Perang Gaza, Beban Psikologis Tak Tertahankan?

Meski suara tilawah Mishary Rashid Alafasy masih tersedia di perpustakaan reciter platform tersebut, ia tidak lagi menjadi pilihan otomatis ketika pengguna memutar audio ayat Al-Quran. Sebelumnya, suara merdu Alafasy yang lembut dan khas sering menjadi default di situs ini.

Reaksi di media sosial beragam. Sebagian pihak memuji langkah Quran.com sebagai “langkah prinsipil” karena tilawah Al-Quran seharusnya tidak dikaitkan dengan figur yang dianggap memberikan “legitimasi agama” terhadap tindakan yang dianggap opresif. Sementara itu, sebagian pendukung Alafasy berpendapat bahwa ia berhak menyampaikan pendapat pribadi dan bahwa Iran memang memiliki catatan konflik dengan negara-negara Teluk.

Kontroversi ini juga mengingatkan pada riwayat Alafasy yang pernah dikritik karena dianggap dekat dengan beberapa rezim di dunia Arab, termasuk sikapnya yang jarang mengecam agresi terhadap Palestina atau isu-isu sensitif lainnya.

Siapa Mishary Rashid Alafasy?

Mishary Rashid Alafasy (lahir 5 September 1976 di Kuwait) adalah salah satu qari internasional paling terkenal. Ia dikenal dengan suara yang indah, tajwid yang sempurna, dan rekaman tilawah yang tersebar luas di berbagai platform. Selain menjadi imam, ia juga aktif sebagai penceramah dan penyanyi nasyid. Jutaan Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sering mendengarkan tilawahnya dalam berbagai kesempatan.

Baca Juga:  Serangan Udara Israel ke Beirut Tewaskan Komandan Senior Hizbullah, Gencatan Senjata Kembali Dilanggar

Kontroversi ini menjadi pengingat bahwa figur publik di dunia Islam, terutama mereka yang memiliki pengaruh besar melalui suara tilawah, sering kali dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari umat. Banyak yang berpendapat bahwa qari seharusnya menjaga netralitas atau fokus pada dakwah agama daripada terlibat dalam isu geopolitik yang sensitif.

Hingga berita ini ditulis, baik Mishary Rashid Alafasy maupun tim Quran.com belum memberikan tanggapan resmi lebih lanjut. Sementara itu, perdebatan di media sosial terus berlanjut, dengan sebagian pengguna memilih untuk tetap mendengarkan tilawah Alafasy di platform lain, sementara yang lain mendukung keputusan Quran.com sebagai bentuk konsistensi nilai.

Peristiwa ini sekali lagi menunjukkan betapa sensitifnya isu politik Timur Tengah di kalangan umat Muslim global, di mana batas antara pendapat pribadi, agama, dan geopolitik sering kali menjadi bahan perdebatan sengit.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tujuh Tentara AS Tewas Baku Hantam Sesama Mereka di Kapal Induk USS Lincoln
Mbappe Cetak Sejarah! Raih Golden Boot Kedua dan Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia
Spanyol Juara Dunia 2026, Pecahkan Rekor Italia yang Bertahan Bertahun-tahun
Drama 10 Gol di Miami! Tekuk Prancis 6-4, Inggris Segel Medali Perunggu Piala Dunia 2026
Tuan Rumah Menyala! Meksiko Jadi Tim Pertama yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Uzbekistan vs Kolombia: Debutan Asia Ditantang Los Cafeteros di Grup K Piala Dunia 2026
Rating Pemain Portugal vs RD Kongo: Joao Neves Bersinar, Ronaldo Belum Maksimal
Hasil Portugal vs RD Kongo: Cristiano Ronaldo Tak Mampu Bawa Timnya Menang

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Tujuh Tentara AS Tewas Baku Hantam Sesama Mereka di Kapal Induk USS Lincoln

Senin, 20 Juli 2026 - 07:08 WIB

Mbappe Cetak Sejarah! Raih Golden Boot Kedua dan Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 06:41 WIB

Spanyol Juara Dunia 2026, Pecahkan Rekor Italia yang Bertahan Bertahun-tahun

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:26 WIB

Drama 10 Gol di Miami! Tekuk Prancis 6-4, Inggris Segel Medali Perunggu Piala Dunia 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:55 WIB

Tuan Rumah Menyala! Meksiko Jadi Tim Pertama yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Berita Terbaru