Pulang Tinggal Nama, Warga Langkat Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia di Kamboja

- Pewarta

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Stabat, Langkatoday – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar almarhum Argo Prasetyo, warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pemuda ini dikabarkan meninggal dunia setelah diberangkatkan ke Kamboja untuk bekerja, namun tak pernah kembali dalam keadaan hidup.

Menurut keterangan keluarga dilansir dari Video Tribun Mesan, Argo sebelumnya pamit untuk mencari pekerjaan. Namun tanpa sepengetahuan mereka, ia justru diberangkatkan ke luar negeri oleh pihak yang menjanjikan pekerjaan bergaji tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Belakangan, kabar duka datang: Argo meninggal dunia di Kamboja dan jenazahnya dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi mengenaskan.

Baca Juga:  Keluarga dan Warga Padati Tahlilan Malam Kedua Almarhum H. M. Nur Abu Bakar

Keluarga besar almarhum mengaku terkejut sekaligus sedih mendalam. Mereka tidak pernah menyangka kepergian Argo berujung maut. Lebih menyedihkan lagi, kondisi jenazah yang diterima memperlihatkan adanya dugaan kekerasan fisik.

“Kami hanya ingin keadilan untuk Argo. Tolong diusut siapa yang memberangkatkan dia dan kenapa bisa meninggal seperti itu,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca.

Kasus ini kini tengah menjadi perhatian masyarakat Langkat. Banyak pihak menduga Argo menjadi korban perdagangan manusia berkedok tawaran kerja di luar negeri.

Dugaan ini diperkuat dengan pola rekrutmen tidak resmi dan proses keberangkatan tanpa izin kerja legal.

Baca Juga:  AKBP David Triyo Prasojo Pamit dari Langkat: Kalau Ada yang Salah, Mohon Dimaafkan

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian, Kementerian Luar Negeri, serta lembaga perlindungan pekerja migran segera turun tangan untuk mengungkap kebenaran dan membawa pelaku ke meja hukum.

“Ini bukan hanya soal Argo, tapi tentang banyak anak muda lain yang bisa jadi korban berikutnya,” tambah keluarga.

Peristiwa tragis ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri yang tidak jelas asal-usul dan legalitasnya.

Pemerintah diharapkan memperketat pengawasan serta melakukan edukasi kepada warga agar tidak mudah terjerat bujuk rayu calo tenaga kerja ilegal.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut
Ondim Tersenyum Saat Tiba di PN Medan, Jadi Saksi Sidang Dugaan Suap
Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan
PC HIMMAH Langkat Buka LKD, Dikky Wahyudi Dorong Lahirnya Kader Intelektual dan Berintegritas
Diikuti 1.047 Peserta, Tiorita dan Kajati Sumut Perkuat Pencegahan Korupsi di Langkat
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons
Kemenag Buka Bantuan Masjid Rp50 Juta dan Mushalla Rp35 Juta, Cek Syarat Pengajuannya
Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Pencarian di Google Melonjak hingga 5.000 Persen

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:49 WIB

KPK Buka Peluang Usut Keterkaitan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Ondim Tersenyum Saat Tiba di PN Medan, Jadi Saksi Sidang Dugaan Suap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Kapolri Ungkap Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Perairan Asahan, 8 Awak Kapal Diamankan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Diikuti 1.047 Peserta, Tiorita dan Kajati Sumut Perkuat Pencegahan Korupsi di Langkat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Aksi Greenpeace di Bundaran HI Viral, Prilly Latuconsina hingga Hesti Purwadinata Ikut Merespons

Terbaru

Langkat Terkini

Tiorita Ajak Masyarakat Langkat Bersatu Lawan Narkoba

Jumat, 23 Okt 2026 - 17:21 WIB