Polemik SK Kepling di Medan Johor: 8 Jabatan Masih “Gantung”, Muncul Isu Upeti Hingga Intervensi Tokoh Politik

- Kontributor

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

PLT. Camat Medan Johor Gunawan Peranginangin ST MM ( istimewa)

PLT. Camat Medan Johor Gunawan Peranginangin ST MM ( istimewa)

Medan, Langkatoday.com – Suasana di Kecamatan Medan Johor kembali memanas. Pasca kasus hukum yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu, kini isu tak sedap menerpa Plt. Camat Medan Johor, Gunawan Peranginangin, terkait proses penetapan Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Kwala Bekala dan Pangkalan Mansyur.

Hingga saat ini, sedikitnya 8 Surat Keputusan (SK) Kepling terpilih dilaporkan masih ditahan oleh pihak kecamatan, padahal para kandidat telah dinyatakan lulus ujian asesmen.

Warga Curiga Ada Intervensi dan “Mahar”

Keterlambatan penyerahan SK ini memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Muncul dugaan bahwa SK tersebut sengaja ditahan karena figur yang terpilih bukanlah “orang dekat” camat atau adanya ketidaksepakatan terkait urusan setoran.

“Kepling sudah terpilih tapi SK belum dikasih. Kabarnya karena yang menang itu pilihan murni warga, bukan orang pilihan Pak Camat. Muncul juga isu soal upeti yang belum klir,” ujar SS, salah seorang warga Kwala Bekala, Jumat (20/2).

Baca Juga:  Modus TPPO Makin Licin, Pemprov Sumut Andalkan 10 Ribu Lapangan Kerja – Solusi atau Janji Manis?

Tak hanya soal internal birokrasi, aroma politik praktis juga tercium dalam kemelut ini. Beredar informasi adanya intervensi dari salah satu tokoh politik berpengaruh dari “Partai Kuning” yang berdomisili di seputaran Medan Johor-Asrama Haji terhadap hasil pemilihan tersebut.

Camat Medan Johor: “Masih Ada Riak di Lapangan”

Menanggapi tudingan tersebut, Plt. Camat Medan Johor, Gunawan Peranginangin, membantah keras adanya praktik pungli maupun pilih kasih. Melalui pesan singkat, ia menjelaskan bahwa penundaan pengumuman disebabkan oleh faktor kondusivitas di lapangan.

“Untuk Kepling Pangkalan Mansyur (1 lingkungan) dan Kwala Bekala (6 lingkungan) belum diumumkan karena masih ada riak-riak di lapangan. Kebetulan di 7 lingkungan itu calonnya lebih dari satu orang,” terang Gunawan.

Baca Juga:  DK3P Sumut Dianggap ‘Macan Ompong’, Ketua Komisi III TM Yusuf Ancam Mundur: “Saya Siap Jadi Oposisi Keras!”

Terkait isu upeti, Gunawan menegaskan sikap netralnya.

“Tidak ada istilah ‘orang saya’, saya netral. Kalau soal upeti, silakan tanya ke semua Kepling yang sudah diangkat, apakah ada memberi upeti kepada saya?” tambahnya.

Bungkam Soal Intervensi Politik

Meski membantah isu mahar, Gunawan Peranginangin justru memilih bungkam saat dikonfirmasi mengenai dugaan intervensi dari tokoh politik kota Medan yang ikut mencampuri urusan pemilihan Kepling di wilayahnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi terkait tekanan dari pihak eksternal tersebut.

Ketidakjelasan status SK ini dikhawatirkan dapat mengganggu pelayanan publik di tingkat lingkungan, mengingat peran Kepling yang sangat krusial sebagai ujung tombak administrasi pemerintahan bagi warga.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman
10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak
Kebakaran Pabrik PT Evyap di KEK Sei Mangkei, Tiga Pekerja Tewas
Api Karhutla Bergerak hingga Sekunder C, Pemadaman di Kubu Raya Diperkuat
Bobby Nasution Pastikan Kebutuhan Pengungsi Sinabung Terpenuhi, 280 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:00 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kemenhub Pastikan Penerbangan Soekarno-Hatta Tetap Aman

Sabtu, 5 September 2026 - 10:53 WIB

10 Gubernur se-Sumatera Bakal Teken Kesepahaman, Sumut Jadi Koordinator Sinergi Pembangunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Jumat, 4 September 2026 - 03:06 WIB

Langkat Belajar ke Semarang, Perkuat Kebijakan Kabupaten Layak Anak

Berita Terbaru