PKB Soroti Relasi Kuasa dalam Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren

- Kontributor

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Ketua Panitia Temu Nasional Pondok Pesantren Nihayatul Wafiroh (tengah) bersama Sekretaris Ratna Juwita Sari (kanan) dan Bendahara Rivqy Abdul Halim memberikan keterangan di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Jakarta, Jumat (15/5). (Foto: Antara/Rio Feisal)

Ketua Panitia Temu Nasional Pondok Pesantren Nihayatul Wafiroh (tengah) bersama Sekretaris Ratna Juwita Sari (kanan) dan Bendahara Rivqy Abdul Halim memberikan keterangan di Kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Jakarta, Jumat (15/5). (Foto: Antara/Rio Feisal)

Jakarta, Langkatoday.com – Partai Kebangkitan Bangsa menilai kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren memiliki kompleksitas tinggi karena adanya relasi kuasa antara pelaku dan korban.

Politikus PKB sekaligus Ketua Panitia Temu Nasional Pondok Pesantren, Nihayatul Wafiroh atau yang akrab disapa Ninik, mengatakan relasi kuasa di lingkungan pesantren dapat berbentuk kekuasaan agama hingga pengaruh sosial dan politik.

“Relasi kuasanya cukup tinggi di situ,” ujar Ninik di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (15/5).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penanganan kasus kekerasan seksual di pesantren tidak bisa dipandang sederhana. Selain faktor relasi kuasa, implementasi regulasi terkait perlindungan korban juga dinilai masih menjadi tantangan.

Baca Juga:  Lagu "Bayar Bayar Bayar" Sukatani Tak Bisa Disebut Penghinaan ke Polisi

Ninik menyoroti pelaksanaan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau UU TPKS yang menurutnya masih perlu diperkuat, khususnya dalam penerapan di lingkungan pesantren.

“Apakah implementasi undang-undang di bawahnya sudah cukup kuat? Bagaimana pemahaman di pesantren, perlindungan hukumnya, hingga respons aparat terhadap laporan korban, itu semua menjadi perhatian,” katanya.

PKB juga menilai penanganan persoalan kekerasan seksual di pesantren tidak dapat dibebankan hanya kepada lembaga pendidikan keagamaan ataupun pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Karena itu, PKB menginisiasi pertemuan antara pengelola pondok pesantren dan pemerintah melalui kegiatan Temu Nasional Pondok Pesantren bertajuk “Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual”.

Baca Juga:  BREAKING NEWS! Pengangkatan Honorer Jadi PPPK Dibatalkan, Ini Kategorinya!

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 18–19 Mei 2026 dan akan diikuti perwakilan sekitar 250 pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tidak bisa hanya pesantren saja yang bergerak. Tidak bisa hanya negara saja yang bergerak. Seluruh stakeholder harus ikut bergerak,” ujar Ninik.

Pertemuan tersebut juga disebut akan membahas sejumlah kasus kekerasan seksual yang belakangan mencuat di lingkungan pesantren, termasuk kasus di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Paling Berdampak
Nelayan Terjebak Hujan Material Erupsi Anak Krakatau, Panik Sambil Bertakbir
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga
Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan
Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa
Bareskrim Ungkap Jaringan Judi Online Manfaatkan Spam Komentar Media Sosial
Wamen Komdigi: Film Bisa Jadi Medium Literasi Bahaya Pinjol Ilegal
Bukan Cuma Soal PWI, Dewan Pers Mulai Bongkar Tata Kelola HPN 2027

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Empat Gunung Api Erupsi Bersamaan, Anak Krakatau Paling Berdampak

Minggu, 6 September 2026 - 15:55 WIB

Nelayan Terjebak Hujan Material Erupsi Anak Krakatau, Panik Sambil Bertakbir

Minggu, 6 September 2026 - 10:31 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Sejumlah Wilayah, Ini 9 Langkah yang Perlu Dilakukan Warga

Sabtu, 5 September 2026 - 09:46 WIB

Usai Prabowo Bicara MBG di Forum Rusia, Media Rusia Soroti Kasus Dugaan Keracunan

Sabtu, 5 September 2026 - 09:34 WIB

Xanana Gusmão Kagumi Pemerataan Pembangunan Era Jokowi, Sebut Visinya Melampaui Jawa

Berita Terbaru

Suasana Kerja di Jepang – Photo by Toriqa Media

Internasional

Upah Minimum Jepang Naik 5 Persen, Rata-rata Capai Rp132 Ribu per Jam

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:37 WIB

405 jiwa pengungsi erupsi Gunung Sinabung masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu./dok.BNPB/Polindo

Peristiwa

Erupsi Sinabung, 208 KK atau 650 Jiwa Mengungsi di Karo

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:07 WIB