PAN Nonaktifkan Syah Afandin dari Jabatan Ketua DPW Sumut Usai Terjaring OTT KPK

- Kontributor

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Bupati Langkat, Syah Afandin

Bupati Langkat, Syah Afandin

Jakarta, Langkatoday.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menonaktifkan Bupati Langkat, Syah Afandin, dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumatera Utara.

Keputusan tersebut diambil menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan partainya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penanganan perkara kepada KPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PAN merasa sedih dan prihatin atas kasus pelanggaran hukum yang dilakukan oleh kader PAN, Syah Afandin. PAN telah menonaktifkan Syah Afandin sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Utara dan kepemimpinan PAN Sumatera Utara diambil alih oleh DPP PAN,” ujar Viva Yoga kepada wartawan, Jumat (3/7).

Viva menegaskan bahwa dugaan pelanggaran hukum tersebut merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan dan tidak berkaitan dengan kebijakan partai. Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan komitmen PAN dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Ia juga mengingatkan bahwa Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, selama ini berulang kali mengingatkan seluruh kader, khususnya yang menjabat di lembaga eksekutif maupun legislatif, agar selalu menjaga integritas, mematuhi hukum, serta berhati-hati dalam menjalankan amanah.

“PAN memohon maaf kepada masyarakat atas kasus pelanggaran hukum yang dilakukan kader kami. Ke depan, pembinaan karakter, integritas, dan kapasitas kader akan terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan telah melakukan operasi tangkap tangan di Sumatera Utara. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi bahwa Bupati Langkat Syah Afandin termasuk salah satu pihak yang diamankan.

Selain Syah Afandin, KPK juga mengamankan enam orang lainnya sehingga total terdapat tujuh pihak yang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, KPK masih mendalami perkara tersebut dan belum mengumumkan secara resmi konstruksi kasus maupun status hukum seluruh pihak yang diamankan.

Ikuti WhatsApp Channel Langkatoday Follow

Berita Terkait

Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS
Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!
TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan
Penyadapan ke Presiden Dinilai Makar, Harus Diselidiki Siapa yang Menyuruh Listyo Sigit
Kelompok Jokowi dan Listyo Sigit Tidak Akan Tinggal Diam!
Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Muncul Dugaan Sosok Berinisial ‘J’
Pemkab Langkat Siap Inspeksi 82 SPPG, Pastikan Program MBG Sesuai Standar
Kemkomdigi Ingatkan Publik: Jangan Langsung Percaya Jawaban AI

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:22 WIB

Alat Sadap Listyo Lebih Canggih dari Milik TNI, Ini Penjelasan Mantan Kepala BAIS

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Listyo Sigit cs Sadap Presiden Prabowo, Gerindra: Pengkhianat!

Rabu, 4 November 2026 - 13:19 WIB

TNI AL Kerahkan 20.980 Personel Perkuat Pengamanan Ibu Kota, Usai Eks Kapolri Listyo Sigit Ditahan

Rabu, 4 November 2026 - 11:26 WIB

Penyadapan ke Presiden Dinilai Makar, Harus Diselidiki Siapa yang Menyuruh Listyo Sigit

Rabu, 4 November 2026 - 09:52 WIB

Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Muncul Dugaan Sosok Berinisial ‘J’

Terbaru

Chat via WhatsApp