Oknum TNI Pukul Ojol Hingga Hidung Patah, Ngaku Khilaf…

- Pewarta

Senin, 22 September 2025 - 09:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

☕ Traktir kopi buat penulis biar semangat
+ Traktir Kopi

Pontianak, Langkatoday – Oknum Prajurit TNI berinisial Letda FA tega memukul seorang pengemudi ojek online (ojol), Teguh Syukma Akbar (48).

Penganiayaan itu terjadi di Jalan Seruni, Panglima Aim, Pontianak Timur, Sabtu (20/9/2025).

Letda FA pun telah mengakui perbuatannya dan menyebut dirinya khilaf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari detikKalimantan, kejadian bermula saat mobil yang dikemudikan prajurit TNI itu hendak mundur di ruas jalan yang padat tersebut.

Saat itu, Teguh Sukma yang berada di belakang memberikan peringatan dengan menyalakan klakson.

Tak terima, anggota tentara itu lantas turun dari mobil dan langsung memukul pengemudi ojol tersebut. Akibat pukulan itu, korban mengalami patah hidung dan memar pada mata bagian kiri.

“Rekan kami dipukul di Jalan Panglima Aim, tepat di depan SD 04. Lihat sendirilah, hidungnya patah, matanya bengkak,” kata Ketua Komunitas Ojol, Dede Sudirman.

Seusai kejadian, rekan komunitas ojol yang mengetahui kejadian itu pun ramai-ramai mendatangi lokasi kejadian.

Mereka mengevakuasi korban ke RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar dan mengawal membuat laporan ke Polresta Pontianak.

“Kemudian kami diarahkan ke Pomdam, karena polisi tahu ini anggota TNI,” imbuh Dede.

Baca Juga:  Bobby Nasution Janji Tambah Anggaran Buruh di May Day 2026, Sentil Kinerja Bank Sumut yang Dinilai Minim Kontribusi

Setelah membuat laporan ke Polresta Pontianak, puluhan rekan korban menggeruduk Mapomdam XII/Tanjungpura di Jalan Rahadi Usman, Pontianak Kota. Mereka meminta untuk bertemu dengan prajurit TNI yang melakukan penganiayaan tersebut.

Korban yang dalam keadaan lemas pun sempat dimintai keterangan di Mapomdam. Namun, karena kondisinya semakin lemah, korban dibawa oleh anggota Mapomdam ke RS Medika Jaya.

Wakapendam XII/Tanjungpura Letkol Inf Agung W Palupi membenarkan bahwa ada prajurit TNI yang memukul warga di Jalan Seruni, Panglima Aim, Pontianak Timur. Ia menegaskan anggota TNI itu sudah diperiksa.

“Hasil pemeriksaan sementara, pelaku kalut dan terburu-buru mau ke rumah sakit membawa anaknya. Anaknya di dalam mobil itu dalam keadaan sakit. Ada kejadian itu langsung naik pitam. Emosi (memukul),” jelas Agung ditemui di Mapomdam XII/Tanjungpura, Sabtu malam.

Namun, Agung berujar, peristiwa pemukulan ojol itu masih didalami. Sementara itu, pengakuan dari pihak korban, kejadian bermula saat kondisi jalanan macet. Anggota TNI ini kemudian memundurkan sedikit mobilnya dan posisi korban berada tepat di belakangnya.

“Proses hukum tetap berlanjut sampai di persidangan militer. Mari sama-sama kita hormati proses ini sedang berjalan, kita tunggu hasilnya,” kata Agung.

Baca Juga:  Kojira Sumut Dorong Implementasi Perpres Ojol dan Soroti Antrean Pertalite di DPRD Sumut

Letda FA Sebut Khilaf

Sementara itu, Letda FA mengakui telah memukul warga bernama Teguh Syukma Akbar. Anggota TNI itu lantas meminta maaf dan siap mengganti rugi.

“Sebelumnya saya menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga maupun korban atas kekhilafan saya,” ucap FA saat dihadirkan dalam konferensi pers di Markas Polisi Militer Kodam (Pomdam) XII/Tanjungpura, Sabtu.

FA mengaku menyesali perbuatannya. Sebagai bentuk permintaan maafnya, ia berjanj mengganti semua kerugian korban. Termasuk biaya pengobatan korban sampai sembuh.

“Saya menyesal atas perbuatan saya. Dan untuk itu saya siap bertanggung jawab membantu biaya pengobatan korban sampai sembuh,” ucapnya.

Korban saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Medika Jaya setelah sempat mendapat penanganan di RS Anton Soedjarwo Polda Kalbar. Kondisi warga Pontianak Barat itu mengalami patah tulang hidung serta memar parah di mata kiri.

“Kami minta pelaku segera disanksi. Jangan arogan di jalan, karena jalan milik bersama. Kalau tidak, kami keluarga bersama komunitas ojol akan menuntut sampai tuntas,” ujar Jani, keluarga korban.

Follow WhatsApp Channel langkatoday.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi
Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul
Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet
IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus
Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral
Viral Video Oknum Polisi Diduga Provokatif Saat Amankan Demo Hari Tani di Bengkulu
Nasib Kepsek dan Bu Guru SD Pekalongan Ngeseks di Sekolah, Resmi Dipecat dari ASN
Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Dikabarkan Diperiksa Polda Sumut

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:29 WIB

Bobby Nasution Mengaku Pernah Dimintai Uang Oknum Jaksa, Kejati Sumut Benarkan Ada Dua Jaksa Disanksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Hermawan Merasa Dikhianati, Muscab PPP Medan Disorot: Calon Tunggal Tersingkir, Nama Baru Muncul

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Viral! Kondisi Memprihatinkan Mobil Dinas Berplat Merah di Binjai Picu Sorotan Warganet

Senin, 28 September 2026 - 03:14 WIB

IKA Unpad Dorong Beasiswa, Koperasi Masjid hingga Penguatan Infrastruktur Kampus

Minggu, 27 September 2026 - 08:14 WIB

Nama Bripka Agus Ginta Meiro Beredar Usai Video Polisi Diduga Ejek Pendemo Viral

Terbaru